kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Akan garap KUR, multifinance siapkan servis lebih


Minggu, 10 Januari 2016 / 22:28 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Agar dapat bersaing dengan industri perbankan dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR), multifinance harus dapat memberikan pelayanan (service) yang lebih. Salah satunya lewat kecepatan pencairan KUR.

Efrinal Sinaga, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan, karena suku bunga KUR yang diberikan sama dengan bank. Maka pelayanan dan kecepatanlah yang menjadi persaingan antara bank dan multifinance. Nah, untuk persoalan tersebut diklaim Efrinal multifinance lebih unggul.

Ia menjelaskan, calon debitur harus dapat terlayani dengan cepat saat mengajukan kredit dengan persyaratan yang mudah. Berikut juga kemudahan cara mengangsurnya yang bisa diakses debitur non bankable misalnya.

"Kalau tingkat suku bunga sama persis antara bank dan multifinance jadi tidak ada persaingan. Lebih kepada akses yang mudah diberikan kepada calon debitur," ujar Efrinal pada Minggu (10/1).

Sebagaimana diketahui, suku bunga KUR menjadi 9% dan pemerintah menanggung dari bunga subdisi KUR sebesar 10%. Sekalipun diklaim bisa lebih mudah menyalurkan kredit ke debitur, Efrinal menjamin bahwa kredit yang disalurkan tetap memenuhi aspek layak menerima kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×