kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.759   20,00   0,11%
  • IDX 6.216   53,75   0,87%
  • KOMPAS100 823   10,13   1,25%
  • LQ45 632   11,93   1,92%
  • ISSI 219   0,56   0,26%
  • IDX30 361   6,58   1,86%
  • IDXHIDIV20 448   10,41   2,38%
  • IDX80 95   1,14   1,22%
  • IDXV30 123   1,83   1,51%
  • IDXQ30 117   2,40   2,10%

Aksi merger bank syariah dinilai sudah mendesak, ini alasannya


Senin, 12 Oktober 2020 / 09:25 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Sebagai catatan, saat ini pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana untuk melakukan merger atas bank-bank syariah kepunyaan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ada 3 bank syariah milik negara yang kini berstatus Bank Umum Syariah (BUS) yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, dan Unit Usaha Syariah milik PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Secara terpisah, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Aestika Oryza Gunarto bilang, saat ini pihaknya terus mendorong pelimpahan aset perseroan ke BRI Syariah di Aceh guna mematuhi ketentuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). 

Baca Juga: Kabar baik, kredit perbankan tumbuh sesuai target hingga kuartal III-2020

Aksi konversi aset ini disebut Aestika juga dapat membantu memperkuat kinerja BRI Syariah termasuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka penggabungan bank syariah pelat merah.

“Konversi aset BRI ke BRI Syariah di Aceh kini sudah mencapai 74%, sementara pembiayaan sudah selesai dikonversi. Ini juga bisa meningkatkan nilai tambah BRI Syariah sekaligus mendorogng rencana merger bank syariah BUMN,” ungkapnya kepada KONTAN belum lama ini.

Selanjutnya: Pemain marketplace lirik potensi cuan dari industri fintech lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×