kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Allianz Syariah Catat Kontribusi Rp 186 Miliar di Awal 2026


Senin, 06 April 2026 / 14:34 WIB
Allianz Syariah Catat Kontribusi Rp 186 Miliar di Awal 2026
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Syariah Terus Meningkat (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kinerja industri asuransi syariah yang masih tertekan di awal tahun 2026, PT Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) justru menunjukkan kinerja yang positif.

Per Januari 2026, Allianz Syariah mencatatkan total kontribusi mencapai Rp186 miliar. "Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat pada solusi perlindungan serta kepercayaan nasabah yang tetap kuat," kata Direktur utama Allianz Syariah, Elmie A. Najas kepada Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Kontribusi Bruto Asuransi Zurich Syariah Tumbuh 15% pada Januari 2026

Ke depannya, Elmie menyebut industri asuransi syariah masih berpeluang tumbuh. Meski demikian, tantangan utama tetap terletak pada peningkatan literasi masyarakat dan penyediaan solusi yang lebih relevan dan mudah diakses masyarakat.

Pada 2026, strategi perusahaan tetap berlandaskan prinsip Maqasid Syariah sebagai kompas utama. Pendekatan ini memastikan setiap solusi yang dihadirkan tidak hanya memenuhi prinsip syariah, tetapi juga memberikan nilai berkelanjutan bagi nasabah serta membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Dengan pendekatan ini, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun bisnis yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×