Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Perseroan memperkirakan aset dan ekuitas akan berkurang masing-masing sebesar Rp300 miliar. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sekitar 2,77%.
Dengan menggunakan posisi per 30 Juni 2026, CAR Allo Bank secara proforma diperkirakan turun dari 66,35% menjadi sekitar 63,58% apabila seluruh dana buyback digunakan.
Meski CAR turun, Allo Bank menilai posisi tersebut masih tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas, maupun pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: Allo Bank Memilih Tumbuh Selektif di Tengah Persaingan Dana yang Kian Ketat
"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha Perseroan karena Perseroan pada saat ini memiliki modal kerja dan dana kas yang cukup," tulis manajemen.
Perseroan juga menyatakan, harga pembelian saham akan ditetapkan pada level yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebelumnya, Allo Bank juga menyampaikan rencana buyback tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan Pasal 7 POJK No. 13 Tahun 2023 dan Surat OJK No. S-10/D.04/2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














