kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Amar Bank Ungkap Alasan Tak Agresif Salurkan Kredit Meski Permintaan Terus Naik


Jumat, 19 Juni 2026 / 18:12 WIB
Amar Bank Ungkap Alasan Tak Agresif Salurkan Kredit Meski Permintaan Terus Naik
ILUSTRASI. Amar Bank sengaja tak agresif kejar kredit. Keputusan ini menjaga profitabilitas dan kualitas aset tetap prima. (KONTAN/Ammar Rezqianto)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) mengaku belum menghadapi tantangan berarti dalam menyalurkan kredit di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Direktur Retail Banking Amar Bank Abraham Christo Lumban Batu mengatakan permintaan terhadap produk pembiayaan perseroan, khususnya kredit digital, masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

“Kalau kita lihat secara tren, demand terhadap produk kami, terutama produk digital, terus naik. Penyaluran kredit juga terus bertumbuh,” ujar Abraham dalam paparan publik Amar Bank di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut Abraham, laju pertumbuhan kredit Amar Bank memang terlihat belum setinggi rata-rata industri jika dilihat dari sejumlah indikator permodalan. Namun, hal tersebut merupakan pilihan strategis yang diambil manajemen.

Baca Juga: Kredit Macet Amar Bank Turun ke 0,86%, Ini Strategi Kunci yang Dipakai

Perseroan lebih memilih menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dibandingkan mengejar ekspansi kredit secara agresif yang berpotensi menekan profitabilitas maupun kualitas aset.

“Itu merupakan pilihan yang penuh kesadaran dari bank. Kami lebih memilih untuk memiliki pertumbuhan yang sustainable dan profitable,” katanya.

Abraham menegaskan Amar Bank tidak mengedepankan strategi pertumbuhan yang terlalu agresif. Sebaliknya, perseroan fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, profitabilitas, dan kualitas aset.

Menurutnya, pendekatan tersebut telah menjadi strategi Amar Bank dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus dipertahankan ke depan.

“Kami tidak mengedepankan pertumbuhan yang terlalu cepat. Kami lebih memilih bertumbuh secara steady, baik dari sisi neraca maupun laba rugi,” ujarnya.

Baca Juga: BI Rate Naik, Amar Bank Belum Tergesa Naikkan Suku Bunga

Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga fondasi bisnis tetap kuat di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kondisi pasar yang masih berlangsung.

Dengan tren permintaan kredit digital yang terus meningkat, Amar Bank optimistis penyaluran kredit masih dapat tumbuh sehat hingga akhir tahun tanpa harus mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Hingga Maret 2026, kredit bruto Amar Bank melonjak 30,62% secara tahunan menjadi Rp 4,16 triliun. Kenaikan penyaluran kredit tersebut turut mendorong total aset perseroan tumbuh 34,72% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,93 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×