kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.144   30,00   0,18%
  • IDX 7.506   47,06   0,63%
  • KOMPAS100 1.038   9,15   0,89%
  • LQ45 747   0,09   0,01%
  • ISSI 271   2,70   1,01%
  • IDX30 400   -0,36   -0,09%
  • IDXHIDIV20 487   -3,67   -0,75%
  • IDX80 116   0,62   0,54%
  • IDXV30 135   0,00   0,00%
  • IDXQ30 128   -1,06   -0,82%

Kredit Amar Bank Tumbuh Double Digit pada Februari 2026


Senin, 13 April 2026 / 12:15 WIB
Kredit Amar Bank Tumbuh Double Digit pada Februari 2026
ILUSTRASI. Riset Shinhan Sekuritas: Amar Bank Menjadi Sorotan dalam Mengoptimalkan Peluang Ekonomi Digital Indo (Dok/PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank))


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid di tengah perlambatan industri perbankan.

Hingga Februari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit industri perbankan tumbuh 9,37% secara tahunan (year on year/yoy). Dalam periode yang sama, kredit Amar Bank tumbuh 31,31% secara tahunan menjadi Rp 4,05 triliun. 

SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan, pertumbuhan kredit perseroan ditopang oleh fokus pada segmen ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang permintaannya masih kuat.

“Di tengah perlambatan industri, Amar Bank tetap mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif karena kami fokus pada segmen ritel dan UMKM yang kebutuhannya masih terus tumbuh,” ujar David kepada Kontan, pekan lalu.

Baca Juga: OJK Beberkan Tantangan Dana Pensiun Terapkan Skema Life Cycled Fund

Ia menambahkan, model bisnis digital berbasis artificial intelligence (AI) dan data analytics turut menjadi kunci dalam mendorong penyaluran kredit yang lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Per Desember 2025, kredit bruto Amar Bank tercatat tumbuh 35,7% yoy menjadi Rp 3,98 triliun. Lebih dari 50% portofolio kredit tersebut disalurkan ke sektor UMKM.

Memasuki 2026, kinerja tersebut berlanjut. Menurut David, pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi pinjaman digital melalui platform Tunaiku dan Amar Bank Bisnis, serta tingginya permintaan pembiayaan dari masyarakat, khususnya segmen yang belum terlayani perbankan (unbanked).

Di sisi lain, Amar Bank tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi yang berpotensi menekan kualitas kredit. Oleh karena itu, perseroan menekankan pentingnya menjaga kualitas aset di tengah ekspansi.

“Amar Bank tetap fokus bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada menjaga kualitas aset yang sehat,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko, bank memperkuat seluruh siklus manajemen risiko, mulai dari seleksi nasabah, underwriting, pemantauan portofolio secara real-time, hingga proses penagihan (collection). Optimalisasi data analytics dan machine learning juga dilakukan agar strategi tetap adaptif terhadap perubahan kondisi pasar.

David menambahkan, pengalaman Amar Bank yang telah lebih dari satu dekade juga menjadi bekal dalam menghadapi berbagai siklus ekonomi.

Ke depan, Amar Bank masih optimistis penyaluran kredit akan tumbuh hingga pertengahan tahun 2026, meski tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Permintaan di segmen ritel dan UMKM masih kuat dan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan Amar Bank,” katanya.

Sejumlah katalis yang diperhatikan antara lain permintaan nasabah, peningkatan adopsi layanan digital, perluasan akses pembiayaan UMKM, serta kolaborasi dalam ekosistem. Namun, bank tetap mencermati kondisi makroekonomi dan kualitas portofolio agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

“Fokusnya bukan semata-mata tumbuh cepat, melainkan tumbuh secara disiplin dengan tetap menjaga manajemen risiko yang kuat,” tutup David.

Baca Juga: Prudential Beberkan Penyebab Inflasi Medis, dari Gaya Hidup hingga Overutilisasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×