kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Apakah benar pelaku skimming sedang incar 13 bank di Indonesia?


Rabu, 21 Maret 2018 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Patroli antisipasi kejahatan skimming pada ATM


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku kejahatan penggandaan kartu (skimming) di Indonesia mayoritas berasal dari komplotan luar negeri yang bekerjasama dengan orang lokal. Kasus PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya diduga dilakukan oleh jaringan Eropa Timur.

Kasus terbaru yang terjadi di PT Bank Mandiri Tbk diduga dilakukan oleh jaringan Malaysia. 

Terakhir, muncul kabar bahwa pelaku skimming ini sedang mengincar 13 bank di Indonesia.

Slamet Edy Purnomo, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK mengaku belum mendapatkan laporan untuk kasus 13 bank ini. "Hanya bank yang sudah terinfo di media (BRI dan Mandiri)," kata Slamet kepada kontan.co.id, Rabu (13/3).

Untuk mengantisipasi ini, OJK berharap bank meningkatkan pengamanan dan kesadaran risiko (risk awareness) transaksi nasabah. Menurut Slamet, pola pengamanan dengan budaya risk awareness seluruh organ bank akan efektif mencegah terjadinya fraud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×