kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.695   109,00   0,62%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Apakah benar pelaku skimming sedang incar 13 bank di Indonesia?


Rabu, 21 Maret 2018 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Patroli antisipasi kejahatan skimming pada ATM


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku kejahatan penggandaan kartu (skimming) di Indonesia mayoritas berasal dari komplotan luar negeri yang bekerjasama dengan orang lokal. Kasus PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya diduga dilakukan oleh jaringan Eropa Timur.

Kasus terbaru yang terjadi di PT Bank Mandiri Tbk diduga dilakukan oleh jaringan Malaysia. 

Terakhir, muncul kabar bahwa pelaku skimming ini sedang mengincar 13 bank di Indonesia.

Slamet Edy Purnomo, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK mengaku belum mendapatkan laporan untuk kasus 13 bank ini. "Hanya bank yang sudah terinfo di media (BRI dan Mandiri)," kata Slamet kepada kontan.co.id, Rabu (13/3).

Untuk mengantisipasi ini, OJK berharap bank meningkatkan pengamanan dan kesadaran risiko (risk awareness) transaksi nasabah. Menurut Slamet, pola pengamanan dengan budaya risk awareness seluruh organ bank akan efektif mencegah terjadinya fraud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×