kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Asippindo Beberkan Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja IJP hingga Akhir Tahun


Kamis, 03 September 2026 / 19:59 WIB
Asippindo Beberkan Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja IJP hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Industri penjaminan perlu mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi mempengaruhi kinerja Imbal Jasa Penjaminan (IJP) hingga akhir tahun ini.(AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyebut industri penjaminan perlu mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi mempengaruhi kinerja Imbal Jasa Penjaminan (IJP) hingga akhir tahun ini.

Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menyampaikan salah satu faktornya adalah persaingan tarif yang tidak sesuai profil risiko dan peningkatan klaim dan kredit bermasalah.

"Selain itu, ekspansi tanpa underwriting yang memadai, serta perubahan kebijakan dan program pemerintah," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: OJK Bentuk Task Force untuk Perkuat Implementasi KAPJ Asuransi Kesehatan

Agus menerangkan faktor lainnya, yakni adanya keterbatasan modal, gearing ratio, dan kapasitas penjaminan ulang, serta perlambatan ekonomi dan melemahnya kemampuan bayar debitur.

Asal tahu saja, nilai IJP industri penjaminan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa bulan terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai IJP industri tumbuh sebesar 6,13% Year on Year (YoY) per April 2026, lalu sebesar 14,68% YoY per Mei 2026, kemudian meningkat 18,06% YoY dengan nilai Rp 4,13 triliun per Juni 2026.

Melihat tren saat ini, Agus memperkirakan IJP tetap tumbuh positif hingga akhir tahun ini. Dia bilang hal itu didukung pertumbuhan pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), perluasan kerja sama dengan mitra, serta kebutuhan penjaminan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Catat Tren Pertumbuhan Imbal Jasa Penjaminan

"Namun, lajunya tetap bergantung pada kondisi ekonomi, realisasi program pemerintah, kualitas portofolio, dan tingkat klaim," kata Agus.

Meski prospek IJP masih positif, Agus menekankan pertumbuhannya harus disertai pricing yang prudent, underwriting yang kuat, kecukupan modal, dan pengendalian klaim. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×