kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Asuransi Asei Perketat Underwriting untuk Jaga Kinerja Bisnis Rangka Kapal


Selasa, 01 September 2026 / 20:05 WIB
Asuransi Asei Perketat Underwriting untuk Jaga Kinerja Bisnis Rangka Kapal
ILUSTRASI. Asuransi ASEI (Dok/ASEI)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) berupaya terus memperketat proses underwriting pada lini asuransi rangka kapal atau marine hull guna menjaga kualitas portofolio di tengah meningkatnya risiko sektor pelayaran.

Direktur Utama Asei Dony Dalimunthe mengatakan, bisnis marine hull pada semester I-2026 masih dalam level yang baik. Namun, perusahaan memilih membatasi risk appetite dan memperketat syarat serta kondisi polis dalam menerima risiko.

"Tingginya aktivitas pelayaran dan perdagangan melalui jalur laut membuat kebutuhan perlindungan terhadap kapal tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem perdagangan dan logistik nasional," ujarnya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, pertumbuhan bisnis lini ini perlu dilakukan secara selektif seiring dengan tingginya angka kecelakaan kapal yang menunjukkan risiko di sektor pelayaran kian kompleks.

Baca Juga: Ini Strategi Asei untuk Meningkatkan Kinerja Asuransi Marine Cargo pada 2026

Sejalan dengan itu, Asei tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan premi semata, tetapi juga memastikan kualitas risiko yang ditanggung.

Dalam proses underwriting, perusahaan mempertimbangkan sejumlah hal mulai dari profil apal, usia dan kondisi kapal, jenis serta wilayah operasional, pengalaman operator, histori klaim, kecukupan nilai pertanggungan, hingga dukungan reasuransi.

Sementara itu, besaran klaim pada asuransi marine hull juga tidak selalu berkaitan dengan tingginya tingkat kecelakaan kapal. Melainkan, sesuai dengan jenis kecelakaan, tingkat kerusakan kapal, nilai kapal, luas jaminan polis, dan deductible yang berlaku.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Asei terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan klaim dan exposure dalam portofolio rangka kapal. Perusahaan juga mengevaluasi perkembangan premi dan klaim secara berkala dengan memperhatikan pertumbuhan portofolio sekaligus kualitas underwriting.

Baca Juga: Intip Strategi Asuransi Asei untuk Tekan Rasio Klaim

“Fokus kami bukan hanya meningkatkan produksi premi, tetapi memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis tetap menghasilkan portofolio yang sehat,” katanya.

Evaluasi tersebut mencakup loss ratio, frekuensi klaim, severity klaim, serta karakteristik risiko masing-masing tertanggung. Ketika risiko pelayaran meningkat, Asei juga akan semakin disiplin dalam menentukan pricing serta terms and conditions polis.

Dengan strategi tersebut, Asei mengedepankan prinsip pertumbuhan bisnis yang tetap memperhatikan kualitas risiko, kecukupan premi terhadap exposure, serta perlindungan reasuransi.

“Strategi Asei ke depan adalah tumbuh dengan kualitas, bukan sekadar mengejar volume,” tutupnya.

Baca Juga: Asuransi Asei Soroti Pengaruh Perlambatan Ekspor-Impor terhadap Pertumbuhan Premi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×