kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.054   94,00   0,52%
  • IDX 5.233   -630,78   -10,76%
  • KOMPAS100 669   -92,44   -12,14%
  • LQ45 519   -70,82   -12,00%
  • ISSI 180   -21,76   -10,81%
  • IDX30 290   -38,34   -11,66%
  • IDXHIDIV20 378   -45,20   -10,69%
  • IDX80 77   -10,55   -12,09%
  • IDXV30 104   -11,64   -10,06%
  • IDXQ30 96   -12,22   -11,31%

Asuransi mulai realistis tatap kinerja unit link


Minggu, 11 Oktober 2015 / 20:29 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kondisi pasar modal hingga tutup tahun 2015 ini makin menyisakan pesimisme bagi pelaku industri asuransi jiwa. Pebisnis mulai pasrah dan realistis melihat potensi imbal hasil dari produk unit link.

Hary Prasetyo Direktur PT Asuransi Jiwasraya (Persero) misalnya menilai kondisi pasar modal yang terjadi hingga bulan September kemarin pasti berdampak pada kinerja unit link mereka. Terutama di segmen unit link saham.

Nasabah unit link eksisting mereka pun disebutnya lebih wait and see menunggu pergerakan saham. Ia memang menyebut tak banyak nasabah yang melakukan partial withdrawal dari produk unit link mereka. "Tapi Yang melakukan top up tidak banyak juga," katanya.

Beruntung Jiwasraya memang tak fokus di segmen unit link. Makanya menurut Hary, bisnis mereka relatif tak banyak terganggu dengan kondisi tersebut.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Kartono. Kelesuan yang terjadi di pasar modal diakuinya ikut merembet ke kinerja produk asuransi berbalut investasi racikan perseroan. "Memang ada penyesuaian seperti yang terjadi di pasar," ungkapnya.

Namun ia mengklaim hal ini tak terpengaruh bagi perolehan premi bisnis baru dari penjualan unit link AXA Mandiri. Kartono menilai kebutuhan masyarakat terhadap produk unit link tetap tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×