kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Asuransi umum siap-siap cegah rasio klaim bengkak


Rabu, 25 Oktober 2017 / 19:47 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendati tren klaim asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan di paruh pertama tahun ini, pelaku asuransi umum tentu bersiap untuk mengantisipasi agar klaim tidak membengkak.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan, sampai Juni 2017, klaim asuransi kendaraan turun 5,3% menjadi Rp 3,53 triliun. Begitupun dengan rasio klaim lini bisnis ini turun menjadi 43,6%. Padahal di posisi sama tahun lalu klaim asuransi kendaraan bermotor masih berada di level 50,2%.

Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan, tren nominal klaim perseroan hingga kuartal III 2017 cenderung menyamai dengan kondisi di periode sama tahun kemarin.

"Jumlah klaim turun sedikit, tetapi nominal hampir sama karena banyak klaim yang total loss," kata Christian kepada Kontan.co.id, Rabu (25/10).

Adapun jika diperinci, klaim asuransi kendaraan Aswata telah mengecil di bawah angka 5% sampai sembilan bulan ini. "Kuartal empat kami rasa klaim tidak akan turun, trennya sudah seperti itu," ujar Christian.

Sementara strategi antisipasi Aswata agar klaim asuransi kendaraan bermotor tak membengkak salah satunya yakni dengan pemilihan risiko dengan data statistik yang ada. "Fraud juga harus di manajemen dengan baik," tambah Christian.

Presiden Direktur Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana menyebutkan, klaim asuransi kendaraan Simas Net mengalami kenaikan dibanding kuartal III 2016 lalu lantaran adanya peningkatan lini bisnis ini.

"Kenaikan klaim sekitar 25% tapi dari sisi pendapatan premi ada kenaikan bisnis asuransi kendaraan sebesar 40%," kata Teguh kepada Kontan.co.id, Rabu (25/10).

Teguh mengakui, jumlah penurunan maupun kenaikan klaim di kuartal empat ini sejatinya tidak bisa diprediksi. Hanya saja, pihaknya tentu sudah mengantisipasi jika terjadi lonjakan klaim.

"Jadi yang kita antisipasi kalau ada peningkatan klaim kita perlu apa, sehingga service level (standard pelayanan) tidak turun," tambah Teguh.

Selain itu, produk asuransi mobil Simas Net juga menawarkan pilihan untuk bisa melakukan perbaikan di bengkel authorized sehingga kualitas layanan tetap terjaga.

"Kami juga memperbanyak tenaga call center 24 jam dan juga feature live chat untuk menerima laporan klaim," kata Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×