kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   14.000   0,78%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Solusi Perlindungan Petani dari Risiko Gagal Panen


Senin, 17 Februari 2025 / 18:38 WIB
Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Solusi Perlindungan Petani dari Risiko Gagal Panen
ILUSTRASI. Asuransi Pertanian: Petani memanen padi di Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/2/2024). Hingga saat ini Jasindo mengcover lebih dari 300.000 hektare lahan pertanian padi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). KONTAN/Baihaki/13/2/2024


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian hasil panen menjadi kendala utama bagi petani Indonesia.

Sebagai solusi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hadir untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat bencana alam, serangan hama, atau penyakit tanaman.

Program yang dikelola oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini telah berjalan sejak 2015 dan terus berkembang guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Jasindo Perluas Program Asuransi Pertanian untuk Mendukung Swasembada Pangan

"AUTP dirancang untuk memberikan perlindungan finansial bagi petani dari risiko gagal panen. Dengan nilai pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim tanam dan premi Rp180 ribu per hektare, program ini sangat terjangkau berkat subsidi pemerintah sebesar 80%. Petani hanya perlu membayar Rp36 ribu per hektare per musim tanam," ujar Direktur Utama Jasindo, Andy Samuel, dalam keterangannya, Senin (17/2).

Sejak diluncurkan, AUTP telah menjangkau jutaan petani di seluruh Indonesia, memberikan jaring pengaman finansial yang signifikan.

Namun, meskipun manfaatnya besar, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah rendahnya partisipasi petani.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah mengkaji opsi menjadikan AUTP sebagai program wajib (mandatory) agar lebih banyak petani dapat mengakses perlindungan asuransi ini.

Selain itu, digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi program. Melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP), petani kini dapat mendaftarkan diri serta mengajukan klaim secara lebih mudah dan transparan.

Baca Juga: Anggaran IKN Disetujui, Jasindo Nilai Bisa Jadi Peluang Untuk Asuransi Rekayasa

Keberlanjutan dan peningkatan program AUTP diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, meminimalkan risiko kerugian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Investasi dalam sektor agrifinance seperti AUTP menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masa depan pertanian yang lebih sejahtera dan berkelanjutan," pungkas Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×