Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avrist Assurance menargetkan premi dari bisnis baru atau new business sebesar Rp 200 miliar pada tahun ini.
Direktur Bisnis Avrist Assurance Aldi Rinaldi mengatakan target juga sudah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Target yang harus dicapai itu sekitar Rp 200 miliar untuk new business, bukan untuk renewal," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/2).
Aldi menerangkan target tersebut berkaca dari evaluasi pencapaian kinerja perusahaan pada 2025, yang mana realisasinya masih di bawah target.
Baca Juga: Volatilitas dan Klaim Asuransi Naik, MSIG Life Perkuat Manajemen Risiko
"Performance kami pada 2025 memang di bawah plan tidak sampai 100%, kami sekitar 70%-80%. Oleh karena itu, kami mencoba evaluasi. Kebetulan ada jajaran manajemen yang baru bergabung juga, sehingga kami melakukan reset," tuturnya.
Untuk mencapai target tersebut, Aldi mengatakan pihaknya akan melakukan transformasi, mulai dari internal perusahaan. Selain itu, Avrist Assurance juga akan mengembangkan channel atau kanal distribusi yang ada baik agensi maupun nonagensi.
Oleh karena itu, dia bilang pihaknya mulai memisahkan agensi dengan nonagensi, sehingga diharapkan peran kedua kanal tersebut bisa optimal.
"Kami sangat optimis. Tentunya, bukan hanya sebatas top line yang dicari kami, melainkan bottom line juga. Sebab, kami mengedepankan bisnis itu paling utama adalah kualitas, pelayanan, and compliance," katanya.
Aldi mengatakan Avrist juga akan mengoptimalkan kanal distribusi keagenan untuk meningkatkan kinerja dan tak akan melakukan penjualan yang begitu agresif pada tahun ini. Dia tak memungkiri bahwa akan sulit jika menandingi perusahaan dengan tenaga pemasar yang beroperasi secara agresif.
"Jadi, kami memang tidak agresif, kami tidak punya kemampuan untuk menandingi mereka yang sekarang melakukan strategi-strategi sangat agresif. Oleh karena itu, kami cukup konservatif moderat," ucapnya.
Aldi menyampaikan pihaknya akan berfokus memasarkan produk tradisional pada 2026. Hal itu sesuai juga dengan evaluasi pada tahun sebelumnya, yang mana produk tradisional menjadi tulang punggung kinerja perusahaan atau porsinya sebesar 80%.
Baca Juga: NPL Properti BTN Masih Naik, Kredit Konstruksi Jadi Penyumbang Terbesar
Sisanya, Aldi bilang Avrist akan mengoptimalkan produk lainnya yang dimiliki. Selain itu, dia mengungkapkan Avrist juga akan berupaya untuk menjual produk-produk baru pada tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Avrist Assurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp 469,29 miliar. Sementara itu, hasil investasi yang dicatat sebesar Rp 418,49 miliar, sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp 113,99 miliar per akhir 2025.
Selanjutnya: Volatilitas dan Klaim Asuransi Naik, MSIG Life Perkuat Manajemen Risiko
Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)