Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai penguasa terbesar kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia mencatatkan kenaikan rasio non performing loan (NPL) properti secara tahunan di 2025 menjadi 3,5% dari 3,3% di 2024.
Namun, NPL di akhir 2025 tersebut sudah membaik dari September 2025 yang sebesar 3,8%.
NPL KPR subsidi mulai turun di 2025 ke level 1,4% dari 2024 sebesar 1,7% dan dari kuartal III 2025 sebesar 1,6%. Sementara NPL KPR non subsidi masih naik secara tahunan di 2025 ada di level 5,3% dari 2024 sebesar 3,7%, walaupun sudah mulai turun dari kuartal III 2025 sebesar 5,7%.
Baca Juga: Rasio Kredit Macet KPR Meningkat, Bank Siapkan Strategi Mitigasi Risiko
Rasio NPL kredit properti terbesar BTN berasal dari kredit konstruksi mencapai 16,4% di 2025, naik dari 2024 yang sebesar 16%.
Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengakui kenaikan NPL properti masih terjadi diakibatkan adanya pelemahan ekonomi makro khususnya pada segmen menegah bawah.
"Tahun ini sih harusnya sudah mulai membaik kondisinya," kata Setiyo kepada kontan.co.id, Jumat (13/2/2026).
Ia optimistis tren perbaikan kualitas aset akan terus berlanjut, dengan target NPL secara keseluruhan dapat terus ditekan di bawah 3%.
BTN pun telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam menjaga kualitas aset, diantaranya automasi proses kredit berbasis data analytics dan AI untuk meningkatkan kualitas underwriting dan early warning system, penajaman manajemen penagihan (collection management) dengan pendekatan yang lebih granular dan berbasis segmentasi risiko.
Selain itu, penguatan monitoring portofolio secara end-to-end guna memastikan respons yang lebih cepat terhadap potensi pemburukan kualitas kredit.
"Dengan kombinasi perbaikan kualitas portofolio, penguatan pencadangan, serta transformasi proses berbasis data dan teknologi, kami percaya BTN akan semakin resilient dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan," kata Setiyo.
Baca Juga: BNI Gelar RUPST 9 Maret 2026, Bahas Laba 2025 dan Rencana Buyback Saham
Selanjutnya: Rasio KPR Bermasalah BCA Meningkat, Manajemen Perketat Risiko
Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)