kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank BTN Catatkan Outstanding Restrukturisasi Covid-19 Rp 40,39 Triliun


Selasa, 08 Februari 2022 / 12:38 WIB
Bank BTN Catatkan Outstanding Restrukturisasi Covid-19 Rp 40,39 Triliun
ILUSTRASI. Nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang bertransaksi di salah satu kantor cabang Bank BTN di Jakarta, Kamis (7/10). Bank BTN Catatkan Outstanding Restrukturisasi Covid-19 Rp 40,39 T.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan jumlah oustanding restrukturisasi kredit terdampak pandemi Covdi-19 semakin melandai. 

Per akhir 2021, total outstandingnya mencapai Rp 40,39 triliun atau 14,7% dari total kredit perseroan. Sementara pada akhir 2020, total restrukturisasi Covid-19 di BTN mencapai Rp 57,52 triliun atau 22,1% terhadap total kreditnya. 

"Presentasi restrukturisasi Covid-19 terhadap total kredit terus melanjutkan penurunan sejak kuartal I 2021," tulis managemen BTN dalam materi presentasi kinerja 2021 yang dipublikasikan pada Selasa (8/2).

Baca Juga: Bank Tabungan Negara (BBTN) Bidik Pertumbuhan Kredit 9%-11% pada 2022

Tren penurunan ini diharapkan terus berlanjut mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang semakin mengalami pemulihan. 

Restrukturisasi Covid-19 ini terdiri dari  KPR subsidi 31,28%, KPR non subsidi 33,45%,  kredit komersial 12,5%, kredit korporasi 8,38%, kredit konsumer non perumahan 3,91% dan pembiayaan syariah 10,34%. 

Dari total outstanding restrukturisasi Covid-19 tersebut, hanya 3,3% yang masuk kategori berisiko tinggi, sebanyak 2,67% masuk medium risk dan 94,03% beresiko rendah.  Adapun yang berpotensi turun ke NPL mencapai 4,95%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×