kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank Indonesia akan sulit tahan suku bunga acuan sampai 2019


Kamis, 22 Maret 2018 / 19:06 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan bunga acuang di angka 4,25%. Keputusan BI ini mempertimbangkan stabilitas makroekonomi, sistem keuangan dan pemulihan ekonomi domestik.

Menanggapi hal ini, Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP bilang dengan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak lima kali sampai 2019 akan susah bagi BI menahan suku bunga acuannya dalam jangka panjang.

"Dengan proyeksi adanya kenaikan suku bunga The Fed hingga lima kali sampai 2019 akan sulit bagi BI untuk sama sekali tidak menaikkan suku bunga acuannya," kata Parwati kepada Kontan.co.id, Kamis (22/3).

Naik turunnya suku bunga acuan kedepan akan sangat dipengaruhi oleh inflasi dalam negeri. Untuk suku bunga kredit, menurut Parwati selain biaya dana juga sangat dipengaruhi oleh kompetisi dan tingkat risiko kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×