CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.559   30,00   0,17%
  • IDX 6.619   -59,34   -0,89%
  • KOMPAS100 871   -6,02   -0,69%
  • LQ45 658   -6,02   -0,91%
  • ISSI 232   -2,09   -0,89%
  • IDX30 366   -3,73   -1,01%
  • IDXHIDIV20 454   -3,22   -0,70%
  • IDX80 99   -0,65   -0,65%
  • IDXV30 127   -0,49   -0,39%
  • IDXQ30 117   -1,13   -0,96%

Bank Jago Belum Berencana Bagi Dividen, Apa Alasannya?


Kamis, 10 September 2026 / 14:16 WIB
Bank Jago Belum Berencana Bagi Dividen, Apa Alasannya?
ILUSTRASI. Kontan - Bank Jago Kilas Online (Dok/Bank Jago)


Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2026. Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, perseroan masih akan memprioritaskan pertumbuhan yang lebih besar.

"Hingga saat ini memang kami belum merencanakan untuk membagikan dividen karena memang kami masih melihat bahwa Bank Jago ini pertumbuhannya masih cukup pesat. Jadi kami melihat bahwa kami akan tetap berfokus kepada pertumbuhan terlebih dahulu," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Perluas Pasar, BTN Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan Capai 30% pada 2030

Kendati demikian, Supranoto menyebut Bank Jago mempertimbangkan pembagian dividen dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Hal tersebut akan dilakukan apabila perseroan menilai modal yang dimiliki sudah cukup untuk mendukung ekspansi.

"Mungkin dalam tiga sampai empat tahun apabila kami merasa kami memiliki modal yang cukup untuk melakukan ekspansi, maka kami akan mempertimbangkan untuk memberikan dividen tersebut," katanya.

Adapun dari sisi kinerja, hingga semester I-2026 Bank Jago mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 26,6 triliun, tumbuh 24% secara tahunan dari Rp 21,4 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 23% menjadi Rp 27,6 triliun dari Rp 22,4 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut menopang total aset Bank Jago yang mencapai Rp 41,4 triliun. Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih Rp 189 miliar dan mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 28,4%. Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 0,8%.

Baca Juga: MUF Gandeng Bank Mandiri dan Dealer Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×