kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Bank kecil tak mampu implementasi kartu debet cip


Rabu, 25 Maret 2015 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Tim Red Bull Racing bersama Honda berhasil meraih kemenangan beruntun kesepuluh kalinya di musim balap F1 2023 pada seri balap F1 Grand Prix Britania Raya, hari Minggu, 9 Juli 2023 di sirkuit Silverstone, Northamptonshire, Inggris, Britania Raya.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank dengan kategori kecil atau bermodal di bawah Rp 1 triliun, tidak mampu menyelenggarakan layanan kartu debet berbasis cip. Apalagi, layanan tersebut masih cost center karena fee yang didapat tidak bisa menutup biaya pengeluaran.

Pernyataan tersebut diutarakan Edy Kuntardjo, Direktur Utama Bank Ina Perdana kepada KONTAN, Rabu (25/3). "Migrasi kartu debet juga membutuhkan biaya investasi atau budget besar seperti biaya upgrade mesin ATM, dan juga biaya pemeliharaan oleh principal," terang Edy.

Edy merinci, biaya pemeliharaan oleh principal mencapai Rp 55 juta per bulan. Belum lagi ada biaya switching sebesar Rp 220 juta, dan biaya lainnya.

"Jadi, era digital memang butuh bank dengan modal yang kuat," imbuh Edy. Meski begitu, Edy mengaku, Bank Ina sebagai salah satu bank kecil harus mengakomodir ketentuan dari regulator. Saat ini, Bank Ina memiliki sekitar 15 ribu kartu debet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×