kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Kredit ke Jhonlin Rp 40 Triliun, Ini Analisa Risikonya


Selasa, 27 Oktober 2026 / 21:25 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Kucurkan Kredit ke Jhonlin Rp 40 Triliun, Ini Analisa Risikonya
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Risiko kredit PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kepada Jhonlin Group dinilai masih dapat dikelola alias manageable. Meski demikian, besarnya eksposur terhadap satu kelompok usaha tetap perlu dicermati, terutama dari sisi kualitas aset, kemampuan pembayaran, dan kecukupan agunan.

Senin (26/10/2026), Bank Mandiri membuka nilai plafon kredit beragunan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).yang disalurkan kepada PT Jhonlin Baratama mencapai Rp 40 triliun, dengan realisasi pencairan hingga saat itu mencapai Rp 17 triliun.

Menurut Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, pada dasarnya besaran plafon fasilitas kredit itu tak dapat dijadikan acuan untuk menilai kewajaran saham PGUN dan JARR. 

Baca Juga: MSIG Life Kerja Implementasikan Dewan Penasihat Medis, Ini Strateginya

Toh, penilaian kredit umumnya didasarkan pada kemampuan arus kas debitur, prospek usaha, aset yang dijaminkan, serta kapasitas pembayaran kembali. “Bukan semata-mata kapitalisasi pasar saham perusahaan dalam grup," ujar Andrey kepada Kontan, Selasa (27/10/2026). .

Andrey bilang risiko kredit dapat diukur berdasarkan kredit yang telah dicairkan, bukan keseluruhan plafon fasilitas. Dengan asumsi total kredit Bank Mandiri sekitar Rp 1.700 triliun, eksposur sebesar Rp 17 triliun setara sekitar 1% dari portofolio kredit.

Meski secara relatif masih dapat dikelola, konsentrasi kredit pada satu kelompok usaha tetap perlu diperhatikan. Terlebih, masih terdapat fasilitas yang berpotensi dicairkan dan perlu diperhitungkan dalam menilai keseluruhan eksposur Bank Mandiri terhadap Jhonlin Group.

Dari sisi agunan, fasilitas kredit korporasi berskala besar umumnya dijamin dengan berbagai aset, mulai dari tanah, bangunan, pabrik, mesin, persediaan, piutang usaha, saham perusahaan, hingga jaminan korporasi.

Namun, kata Andrey, struktur agunan dan nilai penjaminan fasilitas kredit Jhonlin perlu dilihat secara terperinci. Pasalnya, nilai agunan tak serta-merta sama dengan plafon kredit yang diberikan.

Mengingatkan saja, sebelumnya Bank Mandiri juga menegaskan bahwa fasilitas kredit kepada Jhonlin Baratama digunakan untuk pengembangan usaha Jhonlin Group di industri batubara dan usaha penunjangnya. Pembiayaan tersebut mencakup kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex), serta kebutuhan perusahaan dan grup usaha.

Bank Mandiri menyatakan pemberian kredit telah mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan membayar debitur. Bank juga memperhitungkan arus kas dari usaha batubara yang berjalan serta kemampuan self financing debitur.

Sumber pembayaran kembali kredit terutama berasal dari operasional perusahaan dan sejumlah anak usaha yang dapat membagikan dividen. Bank Mandiri juga menyebut telah melakukan pengujian sensitivitas dengan mempertimbangkan perubahan harga dan produksi batubara.

Baca Juga: MSIG Life Mencari Opsi untuk Penuhi Ketentuan Free Float 15%

Dari sisi agunan, Bank Mandiri menyatakan fasilitas tersebut dijamin aset tetap dan non-tetap, termasuk saham JARR dan PGUN serta rekening perusahaan. Total agunan disebut lebih besar daripada fasilitas kredit yang diberikan.

Dengan memperhitungkan harga terendah intraday saham JARR dan PGUN dalam satu bulan terakhir, Bank Mandiri menyatakan rasio cakupan agunan atau collateral coverage ratio masih berada di level 150%.

Bank Mandiri juga menyebut telah memperhitungkan risiko konsentrasi kepemilikan dan volatilitas harga saham dalam pengujian kecukupan agunan. Saham yang dijaminkan diposisikan sebagai sumber pelunasan sekunder atau second way out.

Untuk mengantisipasi penurunan kecukupan agunan, perjanjian kredit turut mengatur mekanisme penambahan agunan atau top-up, maupun penurunan outstanding fasilitas di luar pembayaran angsuran pokok terjadwal.

Andrey melihat eksposur kredit kepada Jhonlin Group belum tentu menjadi risiko material bagi Bank Mandiri selama kualitas kredit terjaga serta didukung arus kas dan agunan yang memadai.

Namun begitu, ia menegaskan transparansi mengenai jumlah kredit yang telah dicairkan, konsentrasi eksposur terhadap seluruh entitas dalam grup, kualitas agunan, dan kemampuan pembayaran utang menjadi aspek penting untuk dicermati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×