kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.173   26,00   0,14%
  • IDX 5.238   -135,57   -2,52%
  • KOMPAS100 678   -17,56   -2,52%
  • LQ45 529   -12,91   -2,38%
  • ISSI 178   -5,01   -2,73%
  • IDX30 297   -7,37   -2,42%
  • IDXHIDIV20 395   -6,41   -1,60%
  • IDX80 78   -1,98   -2,47%
  • IDXV30 111   -0,55   -0,49%
  • IDXQ30 99   -2,01   -1,99%

Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Skema Pembayaran Kredit Rp 40 Triliun ke Jhonlin


Selasa, 27 Oktober 2026 / 13:21 WIB
Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Skema Pembayaran Kredit Rp 40 Triliun ke Jhonlin
ILUSTRASI. Teller Bank Mandiri Melyani Nasabahnya (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengungkapkan fasilitas kredit hingga Rp 40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama ditujukan untuk mendukung ekspansi bisnis grup usaha Jhonlin di industri batubara dan sektor penunjangnya.

Dari total plafon tersebut, dana yang telah digunakan mencapai Rp 17 triliun.

Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri Andhika Vista menjelaskan, fasilitas kredit tersebut mencakup kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) dan pembiayaan usaha grup Jhonlin yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Baca Juga: Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 18,9% pada April 2026

“Pemberian fasilitas kredit telah mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, dan kemampuan membayar debitur,” kata Andhika dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026).

Bank Mandiri menegaskan, kelayakan kredit Jhonlin Baratama dinilai berdasarkan kemampuan menghasilkan arus kas dari kegiatan operasional bisnis batubara, bukan dari transaksi jual beli saham.

Bank juga memperhitungkan kemampuan perusahaan membiayai sebagian kebutuhan usahanya secara mandiri.

Untuk mengukur kemampuan pembayaran, Bank Mandiri melakukan uji sensitivitas terhadap sejumlah risiko bisnis, termasuk perubahan harga dan volume produksi batubara milik debitur maupun grup usahanya.

Sumber pembayaran utama kredit berasal dari arus kas operasional perusahaan dan sejumlah anak usaha yang bergerak di sektor batubara. Arus kas tersebut juga mencakup potensi pembagian dividen dari perusahaan operasional dalam grup usaha.

 

Bank Mandiri menilai sumber pembayaran tersebut memadai untuk memenuhi kewajiban kredit dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang. Namun, bank tetap memantau penggunaan dana agar sesuai dengan tujuan pembiayaan yang disepakati.

Baca Juga: Manajemen Bank Mandiri (BMRI) Buka Suara Soal Pemberian Fasilitas Kredit ke Jhonlin

Pemantauan dilakukan melalui laporan aktivitas usaha sesuai periode yang ditetapkan dalam dokumen pembiayaan. Bank juga menetapkan mekanisme sinking fund atau dana cadangan untuk memastikan ketersediaan dana pembayaran bunga dan angsuran pokok kredit.

Dari sisi mitigasi risiko, fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset tetap, aset non-tetap, rekening perusahaan, serta saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Kedua emiten tersebut merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Jhonlin Baratama.

Andhika menyatakan, pengikatan agunan telah mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk terkait status kepemilikan aset. Total nilai agunan juga disebut lebih besar daripada fasilitas kredit yang diberikan.

Bank Mandiri menyebut rasio cakupan agunan (collateral coverage ratio) masih berada di level 150%, bahkan setelah memperhitungkan harga terendah intraday saham JARR dan PGUN selama satu bulan terakhir.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Bayar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun, Ini Rinciannya

Untuk agunan selain saham, penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen. Sementara itu, risiko konsentrasi kepemilikan dan volatilitas harga saham PGUN turut diperhitungkan dalam pengujian kecukupan agunan.

Bank Mandiri menegaskan, saham JARR dan PGUN hanya menjadi agunan tambahan atau sumber pelunasan sekunder (second way out), bukan sumber pembayaran utama kredit. Penilaian agunan saham dilakukan secara konservatif dengan mengacu pada ketentuan regulator dan kebijakan internal bank.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/10/27/115429026/bank-mandiri-buka-bukaan-soal-kredit-rp-40-triliun-ke-perusahaan-haji-isam-dan?page=all#page2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×