Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Galvan Yudistira, Nina Dwiantika | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Bisa jadi, hari ini (21/3) perhatian pelaku pasar dan industri perbankan tanah air bakal tertuju pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri. Bank BUMN beraset Rp 910 triliun itu bersiap menyambut direktur utama baru menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang habis masa jabatannya.
Kepada KONTAN akhir pekan lalu, Gatot Trihargo, Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN, mengungkapkan, ada enam calon kuat yang akan menjadi nakhoda Bank Mandiri. Sayang, ia menolak membeberkan jati diri keenam bakal dirut bank pelat merah tersebut.
Cuma, berdasarkan catatan KONTAN, setidaknya ada tiga kandidat yang berasal dari kalangan internal Bank Mandiri. Mereka: Director of Finance & Strategy Pahala N. Mansyuri, Director of Corporate Royke Tumilaar, dan, Kartika Wirjoatmodjo yang kini menjabat CEO Indonesia Infrastructure Finance.
Sementara tiga calon lain dari eksternal ialah Maryono (Direktur Utama Bank BTN), Sunarso (Wakil Direktur Utama BRI), serta Elvyn Masassya, mantan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Budi Gunadi Sadikin tidak membenarkan atau membantah keenam nama yang beredar itu. Namun, dia lebih memilih calon yang berasal dari internal Bank Mandiri untuk menggantikan dirinya.
Menurut Budi, setidaknya ada dua kriteria utama untuk bisa menduduki kursi orang nomor satu di Bank Mandiri. Pertama, memiliki integritas dan profesionalitas sebagai bankir. "Integritas dan profesionalitas calon dirut Bank Mandiri harus tanpa cela," tegasnya ke KONTAN.
Kedua, harus bisa membawa Bank Mandiri bersaing dengan bank terbaik di kawasan Asia Tenggara, seperti DBS, CIMB, Maybank, dan Bangkok Bank. Budi bilang, ini penting lantaran kelak sektor finansial pada tahun 2020 mendatang akan terbuka dan persaingan makin ketat.
Cuma, Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, mengatakan, saat ini merupakan waktu yang berat bagi pelaku industri perbankan karena mesti menghadapi kebijakan pemerintah terkait suku bunga kredit satu digit. Nah, dia menilai, dirut Bank Mandiri yang baru nantinya harus bisa memberikan penyelesaian yang terbaik.
Satrio menambahkan, pelaku pasar menginginkan dirut Bank Mandiri yang anyar juga yang bisa mempertahankan keberadaan bank dengan sandi saham BBRI ini di pasar perbankan. "Saat ini Bank Mandiri sudah berada pada jalurnya. Jadi, tidak perlu ada gebrakan baru, hanya right on the track," ujar dia.
Yang tidak kalah penting, lanjut Satrio, direktur utama Bank Mandiri yang baru bisa bersinergi baik dengan pemerintah. Terutama dalam program pemerintah yang ingin merealisasikan perusahaan induk bank BUMN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













