Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) telah menarik fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Kasikornbank Public Company Limited (KBank). Fasilitas pinjaman senilai US$ 285 juta yang telah diteken pada 17 Maret 2026 disebut telah ditarik senilai US$ 185 juta.
Direktur Utama Bank Maspion Indonesia Kasemsri Charoensiddhi dalam keterbukaan informasi di BEI pada 27 Maret 2026 menjelaskan, pada tanggal 27 Maret 2026, Bank Maspion telah menarik fasilitas pinjaman senilai US$ 85 juta. “Dengan ini, perusahaan telah merealisasikan total US$ 185 juta pinjaman jangka panjang dari US$ 285 juta yang direncanakan masuk pasar,” papar dia dalam keterbukaan informasi di BEI.
Baca Juga: KPPU Putuskan 97 Fintech Langgar Penetapan Bunga, OJK Dorong Penguatan Tata Kelola
Kasemsri menyebut, pada tanggal 17 Maret 2026, perusahaan ini telah melakukan penarikan sebesasr US$ 100 juta. “Transaksi pinjaman bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit Bank Maspion kepada nasabah,” tutur dia. Transaksi penarikan pinjaman ini akan dilakukan secara bertahap hingga total fasilitas pinjaman US$ 285 juta.
Pinjaman dari Kasikornbank ini akan berjangka waktu dua tahun sejak tanggal penarikan dengan bunga SOFR plus margin sesuai kondisi pasar yang berlaku.
Menurut Kasemsri, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena Kasikornbank Public Company Limited adalah ultimate shareholder Bank Maspion, melalui kepemilikan anak perusahaannya Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd dengan kepemilikan 86,03% atau 89,48% total kepemilikan Kasikornbank Group.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













