kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Mega Syariah Catat Laba Rp 79 Miliar pada Kuartal I-2026


Senin, 04 Mei 2026 / 11:22 WIB
Bank Mega Syariah Catat Laba Rp 79 Miliar pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 79,97 miliar (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang positif pada kuartal I-2026. Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan pembiayaan serta efisiensi biaya dana yang dilakukan bank.

Hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 79,97 miliar atau meningkat lebih dari 51% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp 191,60 miliar atau tumbuh lebih dari 20% yoy.

Baca Juga: AXA Luncurkan Asuransi Karya Seni Berstandar Global

Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp 9,26 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 7,2% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 8,64 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp 10 triliun hingga akhir Maret 2026.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan menjaga efisiensi operasional.

“Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem,” ujar Hanie dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Bank juga mencatat pertumbuhan pada pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp 118 miliar atau tumbuh 40,9% yoy. Adapun pendapatan bagi hasil naik sekitar 4,7% yoy menjadi lebih dari Rp 114,73 miliar.

Baca Juga: Transaksi QRIS BCA Capai Rp 165 Triliun pada Kuartal I-2026

Dari sisi efisiensi, strategi optimalisasi struktur pendanaan turut menopang peningkatan margin. Hal ini tercermin dari kenaikan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85% dari sebelumnya 4,04%.

Selain itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik menjadi 76,90% dibandingkan posisi 85,08% pada periode yang sama tahun lalu.

Permodalan Bank Mega Syariah juga terjaga kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63%.

Ke depan, perseroan menyatakan akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan.

“Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” tutup Hanie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×