kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Bank Mega Syariah Optimistis Kelolaan Reksadana Syariah Tumbuh 25% di 2025


Jumat, 28 Februari 2025 / 15:11 WIB
Bank Mega Syariah Optimistis Kelolaan Reksadana Syariah Tumbuh 25% di 2025
ILUSTRASI. Bank Mega Syariah menargetkan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah sebesar 25% hingga akhir tahun.KONTAN/BAihaki/19/2/2025


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah optimistis bisnis wealth management terus bertumbuh di 2025. Bank Mega Syariah menargetkan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah sebesar 25% hingga akhir tahun.

Optimisme ini tercermin realisasi Bisnis wealth management yang terus berkembang. Tercatat hingga Januari 2025, total dana kelolaan wealth management Bank Mega Syariah tumbuh 1.183% secara tahunan alias year on year (YoY). 

Mayoritas dana kelolaan wealth management berasal dari produk bancassurance dengan komposisi sebesar 52% sedangkan 48% berasal dari reksa dana syariah.

Baca Juga: Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan untuk Proyek LRT Jakarta Tahap 2

Seiring dengan itu kinerja produk reksa dana syariah yang telah dipasarkan oleh Bank Mega Syariah hingga akhir 2024 juga menunjukkan hasil yang positif. Misalnya reksa dana syariah pendapatan tetap dengan return satu tahun sebesar 4,35% dan reksadana syariah saham offshore yang mempunyai return satu tahun 20,38%. 

Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis, reksadana syariah menjadi salah satu produk wealth management yang berpotensi mendorong pertumbuhan fee based income (FBI) Bank Mega Syariah. 
Potensi pasar reksadana syariah di Indonesia yang masih luas ditambah reputasi BRI-MI sebagai salah satu Manajer Investasi terkemuka yang dimiliki oleh BUMN, memberikan keyakinan kerjasama ini dapat menarik lebih banyak nasabah.

Direktur Bisnis Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji (Oney) mengatakan, untuk terus memperluas layanan investasi syariah bagi nasabah, kali ini dengan menggandeng BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) sebagai mitra strategis dalam distribusi produk reksa dana syariah. 

Kemitraan ini bertujuan menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan mudah diakses oleh berbagai segmen nasabah.

Melalui kerja sama ini, Bank Mega Syariah akan mendistribusikan empat produk unggulan yaitu Reksadana Syariah BRI Seruni Pasar Uang Syariah, Reksadana Syariah BRI Syariah Berimbang, Reksadana Syariah BRI Indeks Syariah, dan Reksadana Syariah BRI Syariah Saham.

Oney menyebut keempat produk ini dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi nasabah dalam mendiversifikasi portofolio investasi mereka, baik di instrumen pasar uang, indeks, hingga saham syariah, yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah.

Baca Juga: Bank Mega Syariah Optimistis Bisnis Perbankan Syariah Tumbuh Positif di 2025

"Salah satu produk unggulan, BRI Seruni Pasar Uang Syariah, mencatatkan kinerja yang sangat baik dengan pertumbuhan sebesar 5,43% secara YTD 2024, lebih tinggi dari rata-rata deposito bank BUMN Syariah 3 bulan yang hanya mencapai 1,96%,” jelas Oney dikutip dari siaran pers, Jumat (28/2).

Dengan kolaborasi strategis ini, Bank Mega Syariah optimistis dapat memperkuat posisi di industri keuangan syariah dan menghadirkan solusi investasi yang inovatif dan mudah diakses bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Produk reksadana syariah ini nantinya akan didistribusikan melalui jaringan kantor cabang Bank Mega Syariah yang berada di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis, reksa dana syariah menjadi salah satu produk wealth management yang berpotensi mendorong pertumbuhan fee based income (FBI) Bank Mega Syariah.

Oney menyebut, hingga Januari 2025, fee based income dari aktivitas funding (seperti biaya admin, pendapatan ATM, bancassurance dan lainnya)  mengalami pertumbuhan lebih dari 13%  yoy. Sedangkan fee based income dari bisnis wealth management naik lebih dari 100% yoy di Januari 2025.

Oney menyebut potensi pasar reksa dana syariah di Indonesia yang masih luas ditambah reputasi BRI-MI sebagai salah satu Manajer Investasi terkemuka yang dimiliki oleh BUMN, memberikan keyakinan kerjasama ini dapat menarik lebih banyak nasabah.

Selain itu, untuk memberikan kemudahan bagi nasabah, produk ini juga kedepannya akan tersedia di platform digital M-Syariah. Produk-produk reksa dana syariah ini ditargetkan untuk nasabah baru maupun nasabah eksisting dari berbagai segmen, termasuk priority banking, general banking, serta institusi.

“Nasabah Bank Mega Syariah memiliki kesempatan untuk mendiversifikasi investasi mereka ke berbagai instrumen syariah, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga saham baik dalam negeri maupun luar negeri (offshore). Seluruh produk dikelola dengan prinsip syariah dengan potensi imbal hasil yang menarik,” ujar Oney.

Selanjutnya: Rupiah Ditutup Anjlok ke Rp 16.596 Per Dolar AS Hari Ini, Terburuk Sejak Juni 1998

Menarik Dibaca: Harga Emas Tergelincir Minggu Ini, Dipicu Profit Taking dan Dollar Menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×