kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Permata (BNLI) Meraup Laba Bersih Rp 2 Triliun Sepanjang 2022


Kamis, 23 Februari 2023 / 10:07 WIB
Bank Permata (BNLI) Meraup Laba Bersih Rp 2 Triliun Sepanjang 2022
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank Permata Jakarta, Jumat (9/12/2022).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak 64% year on year (YoY) menjadi Rp2 triliun di sepanjang 2022. Sering upaya Bank Permata  menjaga momentum pertumbuhan aset dan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit serta memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit.

Pertumbuhan Laba Bersih ini dikontribusi dari Pendapatan Operasional sebesar Rp11,5 triliun atau tumbuh sebesar 13,2% YoY didukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 14,4% YoY.  

Meliza M. Rusli, Direktur Utama PermataBank mengatakan, pada 2022 kami memanfaatkan momentum-momentum yang memperkuat posisi PermataBank sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia.

Pencapaian dalam ranah digital, penerapan teknologi blockchain, dukungan terhadap presidensi G20 melalui aktivitas B20.

"Juga produk serta layanan yang terintegrasi memberikan dorongan bagi PermataBank untuk terus memberikan yang terbaik bagi pemangku kepentingan kami. Dalam 20 tahun perjalanan di kancah perbankan Indonesia, kami akan terus berkomitmen melayani nasabah dan menjadi universal bank dalam menyediakan produk dan layanan bagi berbagai segmen lintas generasi,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (23/2).

Baca Juga: Permata Bank Gaet Sequis Aset Manajemen Luncurkan Reksana Dana Unggulan

Bank Permata mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,8% YoY menjadi sebesar Rp255,1 triliun.  Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, dukungan Bank dalam penyaluran kredit kepada masyarakat tumbuh 8,7% YoY menjadi sebesar Rp136,3 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit Korporasi dan KPR masing-masing sebesar 10,3% dan 12,6%.  

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat sebesar 8,8% YoY menjadi Rp 195,6 triliun, terutama dikontribusi dari pertumbuhan giro dan tabungan sebesar 16,8% YoY.

Sejalan dengan strategi Bank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah.

Ini dilakukan untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang di tengah-tengah tren kenaikan suku bunga pasar.

Biaya dana yang efisien akan memperkuat posisi Bank Permata dalam menyalurkan kredit perbankan dengan suku bunga yang bersaing.  Sejalan dengan hal ini, rasio CASA Bank meningkat menjadi 58%, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2021 sebesar 54%.

Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang diberikan mengingat perlambatan ekonomi global yang disertai dengan peningkatan suku bunga global dan secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap risiko kredit inheren.  

Rasio NPL gross di akhir bulan Desember 2022 terjaga pada level 3,1% membaik dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2021 sebesar 3,2%.  

 




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×