kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Bank Pertama bantah sahamnya dijual Stanchart


Selasa, 21 April 2015 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Apartemen Springwood yang dikembangkan Triniti Land


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Permata membantah, Standard Chartered Plc akan melepas kepemilikan di Bank Permata. Manajemen Bank Permata ini mengatakan, pihak Stanchart Plc juga tidak memiliki rencana masa depan menjual kepemilikannya.

Penegasan ini disampaikan oleh Roy Armand Affandy, Direktur Utama Bank Permata, pada KONTAN, Selasa (21/4). "Sebetulnya isu ini sudah kami klarifikasi beberapa waktu lalu," kata Roy.

Roy menegaskan, Chief Executive Officer (CEO) Stanchart Plc sudah menegaskan bahwa mereka tidak akan melepas kepemilikan sahamnya di Bank Permata. "Jadi jelas mereka tidak ada rencana untuk menjual sahamnya," pungkas Roy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Stanchart Plc yang bermarkas di Inggris, dikabarkan akan menjual saham Bank Permata sebagai upaya mengurangi operasional di kawasan Asia. Stanchart Plc bersama PT Astra International Tbk (ASII) memiliki 45% saham Bank Permata per Desember 2014. Kabarnya, Astra akan membeli saham milik Standard Chartered itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×