kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Swasta Mulai Tinggalkan Bisnis Keagenan, Fokus Perkuat Ekosistem Digital


Senin, 04 Mei 2026 / 16:15 WIB
Bank Swasta Mulai Tinggalkan Bisnis Keagenan, Fokus Perkuat Ekosistem Digital
ILUSTRASI. Layanan keagenan perbankan ditinggalkan bank-bank besar. Pelajari bagaimana perubahan ini akan memengaruhi pengalaman perbankan Anda. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank swasta nasional mulai meninggalkan bisnis keagenan karena dinilai tidak lagi menjanjikan, baik dari sisi kontribusi pendapatan maupun relevansi dengan kebutuhan nasabah yang semakin digital.

Salah satu bank yang mengambil langkah tersebut adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa perseroan tidak lagi memprioritaskan pertumbuhan layanan agen dalam strategi bisnis ke depan.

Meski demikian, CIMB Niaga masih mempertahankan sejumlah agen dalam jumlah terbatas. Fokus utama perusahaan kini diarahkan pada pengembangan layanan berbasis digital yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini.

"Saat ini dan ke depannya, kami fokus ke layanan digital yang lebih relevan," kata Lani saat dihubungi akhir pekan lalu.

Baca Juga: BCA Sediakan Program KPR Subsidi Bunga Tetap 5%

Langkah serupa juga diambil oleh PT Bank Central Asia Tbk atau BCA. Bank swasta terbesar di Indonesia ini bahkan telah menghentikan sepenuhnya bisnis keagenan sejak tahun 2022.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, mengungkapkan bahwa perseroan kini lebih fokus mengembangkan konsep hybrid banking sebagai strategi layanan kepada nasabah.

Dengan pendekatan tersebut, BCA tetap mengoptimalkan layanan fisik melalui jaringan kantor cabang, meskipun tidak lagi mengandalkan agen sebagai perpanjangan layanan.

"Mencermati kebutuhan nasabah yang dinamis dan beragam, BCA secara konsisten mengusung konsep hybrid banking untuk memberikan layanan secara holistik," kata Hera.

Baca Juga: CIMB Niaga Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp 60,2 Triliun hingga Kuartal I-2026

Menurut Hera, keputusan untuk menghapus bisnis agen didasarkan pada penilaian bahwa model tersebut sudah kurang relevan dengan kebutuhan nasabah BCA yang semakin mengarah pada layanan digital dan terintegrasi.

Ke depan, BCA akan terus memperkuat daya saing di industri perbankan dengan mengandalkan pertumbuhan kinerja secara menyeluruh, seiring transformasi layanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku nasabah.

Tren pergeseran dari layanan keagenan ke digital ini mencerminkan perubahan besar dalam industri perbankan nasional, di mana efisiensi, kemudahan akses, serta pengalaman pengguna menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×