kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ditinggalkan Bank Swasta, Bisnis Agen Bank Dikuasai Bank Pemerintah


Minggu, 03 Mei 2026 / 14:35 WIB
Ditinggalkan Bank Swasta, Bisnis Agen Bank Dikuasai Bank Pemerintah
ILUSTRASI. Bank Rakyat Indonesia Perkuat Bisnis Agen BRILink (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis agen bank nampaknya semakin menurun. Bank swasta menilai bisnis ini sudah tidak menjanjikan, baik dari segi pendapatan maupun relevansinya terhadap nasabah.

Misalnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk yang menyebut bisnis agen tidak akan didorong lagi pertumbuhannya. CIMB Niaga saat ini masih tetap memiliki agen, tapi dengan jumlah yang sangat terbatas.

"Untuk saat ini dan ke depannya, kami fokus ke layanan yang lebih relevan," kata Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan saat dihubungi Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Skema Baru Pendanaan OJK dari APBN dan PNBP, Begini Tanggapan Bank Jateng

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) justru sudah sepenuhnya menghapus layanan agen dari bisnisnya sejak tahun 2022. EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn bilang, banknya lebih mengedepankan ekosistem hybrid banking yang pendapatannya terbukti bertumbuh.

BCA menyebut keputusan menghapus layanan agen ini diambil agar bank bisa terus mempertahankan posisi di industri dengan pertumbuhan kinerja yang positif.

Meski mulai ditinggalkan, masih ada bank swasta yang tetap mendorong bisnis agen, salah satunya PT Bank KB Indonesia dengan agen laku pandainya bernama Star Agent.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menyebut hingga Maret 2026, jumlah Star Agent tercatat mencapai 26.097 agen, tumbuh 11% secara tahunan.

Kinerja Star Agent juga terus tercatat positif. Hingga kuartal I-2026, total transaksi mencapai 15,38 juta transaksi dengan perolehan pendapatan berbasis komisi alias fee-based income (FBI) mencapai Rp32,3 miliar.

Kunardy memastikan banknya akan terus mendorong pertumbuhan bisnis agen, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan keuangan.

"KB Bank secara aktif melakukan edukasi dan pembinaan agen bersama mitra aggregator, serta menjalankan program apresiasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas agen," kata Kunardy.

Baca Juga: CIMB Niaga Cetak Laba Rp 1,76 Triliun, Ini Penyebab Utamanya

PT Bank Sahabat Sampoerna juga masih memiliki bisnis agen. Sebagai bank yang fokus di segmen UMKM, Bank Sampoerna memiliki ratusan agen yang berkontribusi terhadap penyaluran kredit mikro.

"Bank Sampoerna masih memiliki dan terus mengembangkan layanan keagenan. Kami mengintegrasikan layanan agen dengan platform digital kami, seperti PDaja.com untuk pembiayaan," kata Direktur Bank Sampoerna, Hendra Rahardja.

Bank Pemerintah

Peta persaingan bisnis agen sepertinya semakin dikuasai oleh bank milik pemerintah. Seperti misalnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang justru menyebut bisnis agen berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan bank pada kuartal I-2026.

Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto mengatakan volume transaksi dari agen banknya, BRILink Agen, sudah tembus Rp 420 triliun sepanjang kuartal I-2026.

Aktivitas dari BRILink Agen ini menghasilkan pendapatan berbasis komisi alias fee based income (FBI) sebesar Rp 459 miliar. Selain itu, ia juga menyebut BRILink Agen punya peran yang krusial dalam penghimpunan dana murah (CASA).

Aquarius bilang, rata-rata CASA harian yang dapat dihimpun oleh BRILink Agen mencapai Rp 30 triliun, tumbuh 18,37% secara tahunan. Dengan begitu, BRILink Agen saat ini punya posisi penting dalam menjaga likuiditas bank.

Baca Juga: Bank Negara Indonesia (BNI) Siap Dukung PINISI, Bidik Kredit ke Sektor Produktif

Meski pertumbuhan transaksinya positif, jumlah BRILink Agen sebenarnya malah turun. Pada Maret 2026, Aquarius menyebut jumlah BRILink Agen ada lebih dari 1,18 juta, turun dari Maret 2025 yang sebanyak 1,2 juta agen. 

Jumlah desa yang memiliki BRILink Agen pun turut berkurang menjadi 66.450 lebih desa pada Maret 2026. Turun dari Maret 2025 yang lebih dari 67.000 desa. 

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan bank-bank swasta sebelumnya, jumlah agen BRI masih jauh lebih banyak dengan jaringan yang juga lebih luas. Aquarius bilang, BRI akan terus mempertahankan posisinya sebagai bank ritel terbesar.

"BRI konsisten membangun ekosistem keuangan yang inklusif, mempersiapkan akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan," kata Aquarius.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga masih fokus mendorong pertumbuhan agen. Layanan agennya, BSI Agen, mencatat kinerja positif sepanjang kuartal-1 2026.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar menyebut pada Maret 2026, jumlah BSI Agen mencapai lebih dari 128.000 agen, meningkat 11,31% secara tahunan

Wisnu juga bilang, hingga Maret 2026, transaksi yang dilakukan di BSI Agen sudah tembus 8,6 juta transaksi atau naik 14,54% yoy. Menurutnya, pertumbuhan ini didorong oleh layanan BSI Agen yang juga semakin lengkap.

"Layanan BSI Agen lengkap, kompetitif, dan bisa menjangkau pedesaan. Di antaranya layanan transfer, isi ulang dompet digital, hingga pelunasan haji," kata Wisnu.

Baca Juga: Bank Negara Indonesia (BNI) Siap Dukung PINISI, Bidik Kredit ke Sektor Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×