kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bankir antisipasi kenaikan NPL sektor tambang


Rabu, 07 Juni 2017 / 21:05 WIB
Bankir antisipasi kenaikan NPL sektor tambang


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sejumlah bankir sudah megantisipasi masih tingginya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di sektor pertambangan. Antisipasi ini salah satunya dilakukan dengan meningkatkan manajemen risiko di sektor ini.

Hal itu wajar, karena berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai kuartal I-2017, NPL sektor pertambangan masih cukup tinggi yaitu 7,05% atau mengalami tren kenaikan dalam dua tahun belakangan.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BNI) mengatakan, sampai kuartal I-2017, NPL di sektor tambang sebesar 9,4%. "Namun porsi kredit tambang masih kecil dibanding total kredit yaitu 3% sampai 4%," ujar Herry, Rabu (7/6).

Untuk menurunkan NPL tambang, bank berkode saham BBNI ini akan selektif memilih calon debitur. Sedangkan untuk debitur yang sudah ada, bank akan melakukan monitoring secara intens.

Sementara, Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengatakan, untuk menurunkan NPL tambang, pihaknya akan melakukan diversifikasi dan tidak melakukan penambahan kredit baru di sektor tersebut.

"NPL sektor tambang kami masih kecil 3%, sedangkan porsi sektor ini juga sekitar 1% dari total kredit," ujar Haru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×