kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bankir berharap pelonggaran GWM bisa bantu mendorong kredit dan redam persaingan DPK


Minggu, 24 November 2019 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BCA di Tangerang Selatan, Jumat (8/11). Likuiditas perbankan tahun depan akan semakin bertambah sejalan dengan kebijakan BI menurunkan GWM rupiah sebesar 50 basis poin./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/11/2019.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk ( BCA) juga menilai pelonggaran GWM itu membawa dampak positif ke indusstri perbankan. BCA sendiri ada mendapat tambahan likuiditas sekitar Rp 3 triliun tahun depan dari pelonggaran tersebut.

Adapun PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan memperoleh tambahan likuiditas sekitar Rp 1 triliun lagi tahun depan dengan turunnya GWM itu. Meski begitu, bank itu tidak terlalu agresif memasang target kredit tahun depan. "Target kredit tahun 2020 kurang lebih sama dengan tahun ini di kisaran 8%-10%," ungkap Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN.

Penambahan likuiditas tersebut akan menambah ruang bagi BTN untuk melakukan penurunan suku bunga tahun 2020. Namun, penurunan tersebut menurut Mahelan akan dilakukan secara selektif.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham perbankan usai BI menurunkan GMW

Hingga akhir tahun ini, BTN belum ada rencana melakukan penurunan bunga kredit lantaran faktor yang menentukan penyesuaian bunga tidak hanya bunga acuan. Mahelan mencontohkan, pada tahun 2018 saat bunga acuan turun enam kali dari 4,25% jadi 6%, BTN juga tidak serta merta menaikkan bunga kredit guna menjaga resiko kredit.

Sementara Haryono Tjahrijadi, Direktur Utama PT Bank Mayapada Tbk menilai dampak kebijakan BI tersebut tidak akan signifikan dalam pelonggaran likuiditas. "Tujuan BI menurunkan GWM itu memang untuk melonggarkan kembali likuiditas disamping membuat bank lebih efisien dalam pengelolaan dananya. Namun, dampaknya relatif kecil karena hanya turun 50 basis poin," katanya.

Sedangkan dampak terhadap pertumbuhan kredit Bank Mayapada juga menurut Haryono sangat tergantung permintaan kredit dari korporasi. Dari pelonggaran GWM itu, bank ini mendapatkan tambahan likuiditas puluhan miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×