kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Bankir waspadai kenaikan suku bunga kredit valas


Jumat, 27 Juli 2018 / 15:08 WIB
Bankir waspadai kenaikan suku bunga kredit valas
ILUSTRASI. Likuiditas valas


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir mewaspadai kenaikan suku bunga kredit valas seiring dengan kenaikan bunga acuan The Fed AS.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, risiko kenaikan bunga The Fed diperkirakan masih akan terjadi pada September 2018 dan Desember 2018.

"Diperkirakan tahun depan akan naik lagi," kata Jahja dalam paparan, Kamis (26/7) sore. 

Dengan kenaikan bunga acuan The Fed maka mau tidak mau bunga kredit valas akan ikut naik.

Pada tahun depan, Jahja bilang ada risiko kenaikan bunga The Fed sampai dua atau tiga kali. Bisa dibilang kenaikan bunga The Fed ini dilakukan secara marathon.

Nah, setelah 2019, The Fed menurut BCA juga tidak ada jaminan menahan suku bunga acuannya. Bisa saja, nantinya kenaikan ini bisa terus berlanjut.

Jahja berkisah, dulu ketika 1980-an, suku bunga acuan AS bisa mencapai 11%-12%. Pada saat itu suku bunga acuan BI tercatat sebesar 18%-19%.

Oleh sebab itu, risiko kenaikan suku bunga acuan AS harus menjadi bahan pertimbangan bankir. Karena bukan tidak mungkin kenaikan bunga kredit valas akan mengikuti.

Bagi otoritas, kenaikan bunga acuan The Fed ini juga menjadi dilema. Hal ini karena jika BI tidak menaikkan bunga acuan 7 day reverse repo rate seiring kenaikan bunga The Fed maka akan terjadi efek negatif ke rupiah.

Perbankan juga harus hati hati di tengah risiko kenaikan suku bunga. Hal ini karena dengan bunga naik maka akan ada pengaruh ke permintaan kredit.

Bankir juga harus menjaga dan menyesuaikan pertumbuhan kredit dengan kemampuan makro menyerap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×