kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Basel III diterapkan, right issue jadi pilihan


Selasa, 24 Januari 2012 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Astri Kharina Bangun

JAKARTA. Perbankan mengantisipasi penerapan Basel III dengan mengkaji strategi penambahan modal. Salah satu solusi yang menjadi pertimbangan adalah dengan menggelar right issue.

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Riswinandi menuturkan penerapan Basel III memang menuntut adanya tambahan modal. Penambahan modal ini harus masuk dalam tier one capital. Maklum, Basel III bakal mengatur rasio minimum (tier I) naik dari 4% menjadi 6%.

"Tier one itu masuk melalui apa? Mengeluarkan saham baru, right issue atau setoran laba pemegang saham? Dalam situasi seperti sekarang setiap orang strateginya berbeda-beda. Batasan kepemilikan mau sampai berapa besar yang tetap dipertahankan," ungkap Riswinandi, Selasa (24/1).

Oleh karena itu, lanjut Riswinandi, segala situasi perlu dipertimbangkan. Menurutnya, diperlukan waktu untuk bisa sepenuhnya menerapkan Basel III dan Bank Indonesia (BI) akan memberi waktu bagi bank melakukan penyesuaian.

"Di luar negeri, seperti di Eropa juga masih mau lihat bagaimana mengimplementasinya," ujarnya.

Terkait penambahan modal, PT Bank Tabungan Negara (BBTN) juga tengah mempertimbangkan beberapa alternatif. Antara lain, kebijakan dividen, right issue atau penambahan modal pemerintah.

"Tapi sepertinya penambahan modal dari pemerintah agak sulit. Jadi kemungkinan dua itu (right issue dan dividen) kajiannya," pungkas Direktur Utama BBTN Iqbal Latanro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×