kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

BCA Akhirnya Buka Suara, Tepis Rumor Merger dengan DBS


Jumat, 30 Oktober 2026 / 16:48 WIB
BCA Akhirnya Buka Suara, Tepis Rumor Merger dengan DBS
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Central Asia, Depok, Jawa Barat (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Central Asia (BCA) akhirnya turut angkat bicara soal rumor pasar merger dengan bank swasta asal Singapura DBS Indonesia.

Corporate Secretary BCA, Rudi Budiarjo menegaskan, kabar tersebut tak benar adanya. "Sehubung dengan adanya informasi yang beredar terkait rumor merger BCA dengan anak perusahana DBS dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," sebutnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut Rudi mengimbau agar masyarakat mengakses informasi dari sumber-sumber yang terpercata, baik itu situs resmi BCA maupun media yang kredibel.

Ia juga menegaskan, pihaknya senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi berlaku.

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia juga telah angkat bicara soal beredarnya rumor terkait. Head of Group Marketing & Communication Bank DBS Indonesia Mona Monika memastikan bahwa rumor yang beredar tersebut tak benar. “Isu tersebut tidak benar adanya,” ujarnya singkat saat dihubungi Kontan, Kamis (29/10/2026). 

Pada Rabu (28/10/2026), media sosial diramaikan dengan isu merger antara dua bank swasta besar ini. 

Baca Juga: DBS Bantah Rumor Pasar Soal Merger dengan BCA

Spekulasi ini muncul di tengah penguatan harga saham BBCA hingga 7% dalam sehari kemarin, mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cuman menguat 0,31%. 

DBS Bank yang berbasis di Singapura sebelumnya juga telah membantah rumor tersebut. “Rumor tersebut tidak benar,” sebut Juru Bicara DBS Bank, dilansir dari The Straits Times. 

Dalam spekulasi yang beredar, BCA diisukan bakal menjadi entitas yang bertahan setelah merger. Disebutkan juga bahwa pemegang saham DBS Indonesia bakal menerima saham baru BCA sebagai kompensasi. 

Ini menjadi rumor merger kedua yang menerpa BCA. Mengingatkan saja, belum lama ini BCA juga diisukan bakal dibeli oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. 

Namun, BCA segera menepis kabar tersebut dan memastikan bakal beroperasi dengan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Ini Strategi BCA Menjaga Permodalan Sampai Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×