kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BCA belum berencana merevisi RBB


Selasa, 11 Juni 2019 / 15:05 WIB
BCA belum berencana merevisi RBB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melihat ketidakpastian dari faktor global masih besar. BCA masih terus menyikapi kondisi ekonomi yang ada saat ini dalam menjalankan rencana bisnisnya.

Ketidakpastian global terutama datang dari kebijakan Amerika Serikat (AS) yang terus berubah-ubah. Namun, dari sisi domestik, kondisi ekonomi makro masih terus bergerak positif. Oleh karena itu, BCA belum berencana untuk merevisi target bisnisnya tahun ini.


"Kami belum akan revisi rencana bisnis bank (RBB) yang berkaitan dengan kondisi makro keuangan. Kalau ada revisi yang dilakukan lebih ke beberapa strategic inisiatif. Misalnya tentang akuisisi dan lain-lain, berita-berita umum yang sebelumnya belum pasti menjadi firm," ungkap Santoso Liem, Direktur BCA di Jakarta, Senin (10/6).

BCA melihat kondisi makro ekonomi cukup positif pasca Pemilihan Umum (Pemilu) usai. Saat ini, BCA tinggal menunggu ekonomi kembali bergerak.

Walaupun kondisi global masih penuh ketidakpastian, Santoso memperkirakan kondisi ekonomi ke depan akan lebih banyak bergantung pada situasi domestik. Jika kondisi makro tetap bagus maka ekonomi masih akan terus bergerak positif.

Menurutnya, kemungkinan untuk bergerak lebih positif cukup besar mengingat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga tidak mengalami perubahan. Apalagi, menteri keuangan juga sudah memberikan sinyal yang menunjukkan kondisi makro kemungkinan dalam tren membaik.

Santoso bilang, kondisi likuiditas BCA saat ini masih cukup stabil sehingga BCA tidak punya rencana untuk menaikkan suku bunga deposito.
"Jadi likuiditas tidak ada isu di BCA saat ini. Di industri juga saya kira tidak ada tuntutan likuiditas yang besar," ujarnya.




TERBARU

Close [X]
×