Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan kondisi likuiditas perusahaan tetap terjaga di tengah dinamika suku bunga pasar uang antarbank (PUAB).
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pergerakan suku bunga PUAB dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika ekonomi domestik dan global.
Dalam mengelola likuiditas, BCA tidak hanya mengandalkan PUAB. Perusahaan ini juga memanfaatkan berbagai instrumen yang tersedia di pasar, termasuk repo.
Baca Juga: BCA Ungkap Tren Investasi Nasabah, Obligasi dan Pasar Uang Paling Diminati
"Sebagai informasi, dalam mengelola likuiditas bank akan memanfaatkan semua instrumen yang ada di pasar, tidak hanya dengan PUAB namun bisa juga dengan instrumen repo," ujar Hera kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).
Hera menegaskan, secara umum kondisi likuiditas BCA masih terjaga dengan baik. Hal tersebut didukung oleh struktur pendanaan yang solid, terutama dari dana murah atau CASA.
Per Juni 2026, giro dan tabungan (CASA) BCA tumbuh 10,2% secara tahunan menjadi Rp1.082 triliun, dengan porsi CASA mencapai sekitar 85%.
Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 7,9% secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun.
Menurut Hera, BCA terus mengelola likuiditas secara prudent dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan manajemen risiko. "BCA berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














