kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Begini strategi Jamkrindo hadapi tantangan bisnis penjaminan


Sabtu, 26 Desember 2020 / 05:54 WIB
ILUSTRASI. Kantor pusat Jamkrindo


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisaris Utama PT Jamkrindo Sri Mulyanto mengungkapkan, bahwa empat strategi yang telah dijalankan manajemen cukup berhasil dalam hadapi tantangan beberapa tahun terakhir. 

Pertama, Jamkrindo fokus pada orientasi bisnis yang tidak semata-mata untuk mengejar peningkatan volume penjaminan tapi juga diimbangi dengan pengendalian risiko.

”Sehingga peningkatan volume penjaminan itu memberikan nutrisi terhadap peningkatan earning before tax atau bahkan hasil akhirnya earning after tax,” kata Sri Mulyanto dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (24/12). 

Baca Juga: Dukung PEN, penjaminan kredit modal kerja Jamkrindo dan Askrindo naik

Dewan Komisaris selalu menekankan dalam berbagai kesempatan, untuk memetakan dan memaparkan portofolio produk dari Jamkrindo disandingkan dengan risk profile dari masing-masing produk. Pihaknya menginginkan racikan portofolio produk yang memperhatikan profil risiko.

"Oleh karena itu diambil kebijakan tahun 2020 ini ada beberapa produk yang dihentikan arena kita menyadari di langkah awal risk profile-nya sudah di atas 100%. Ngapain kita harus rugi sementara masih banyak peluang bisnis yang perlu kita tekuni dengan baik," lanjutnya. 

Kedua, struktur organisasi yang semula dari Perum menjadi PT. membuka porsi pekerja pendukung lebih besar dari tenaga kerja dialokasikan untuk memulai bisnis (to getting to business). 

“Dalam lembaga bisnis harus ada perbaikan dari struktur organisasi sehingga jumlah personil yang dikerahkan to getting to business alokasinya menjadi lebih besar, sehingga jumlah supporting lebih rendah. Sebagai organisasi bisnis itulah yang benar,” kata dia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×