kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Bersaing dengan digital, kini bank kurangi biaya operasional


Minggu, 15 Desember 2019 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung saat menggunakan aplikasi DANA pada acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 dengan tema Innovation for Inclusion di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Noverius Laoli

“Dengan memanfaatkan channel-channel digital, kami kami juga mendapatkan efisiensi dibandingkan kami harus membuka outlet-outlet fisik kami.” Jelasnya kepada Kontan (14/12).

Berbicara soal inovasi, Dadang menegaskan hingga kini ia dan tim masih melakukan beberapa inovasi yang diantaranya ialah sharing kyc berbasis blockchain dengan bank-bank himbara, teknologi pembayaran yang menggunakan teknologi smart sound, pemanfaatan biometic berbasis face recognition hingga teknologi AI untuk transaksi perbankan.

Baca Juga: Bank menakar dampak beleid lapak daring

Selain itu, Direktur Teknologi Informasi PT Bank Mandiri Tbk Rico Usthavia Frans turut menambahkan efesiensi operasional kini tengah dirasakan oleh bankwide Mandiri, hal itu seperti penggunaan aplikasi kartu kredit sebesar 77% yang dapat dilakukan secara auto-decision engine yang menggunakan machine learning/Ai modul.

Hingga akhrinya, nantinya Mandiri dapat increase productivity by 2.25 kali serta reduce workforce 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×