kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

BI akui ada kelemahan, hari ini bank mulai stop jaring nasabah premium


Senin, 02 Mei 2011 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Xiaomi Redmi Note 9 Pro


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengaku menemukan kelemahan dalam Standard Operational Procedure (SOP) di 23 bank yang memiliki layanan wealth management, sehingga bank-bank tersebut perlu memperbaiki dan menyelesaikan SOP.

"Kelemahan itu ditemukan di SOP, kami beri waktu satu bulan untuk memperbaiki," ucap Budi Rochadi, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bidang Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang, Senin (2/5).

Bank Sentral berharap, dalam waktu satu bulan semua bank yang menjaring nasabah prioritas sudah bisa memperbaiki SOP tersebut. Terutama yang berkaitan dengan internal control.

Informasi saja, mulai hari ini BI telah meminta 23 bank menghentikan sementara kegiatan wealth management dalam menambah nasabah baru selama sebulan mendatang.

Bank sudah mulai menghentikan layanan

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Zulkifli Zaini mengungkapkan bahwa bank Mandiri telah menghentikan layanan bagi nasabah baru sesuai dengan ketentuan BI. "Namun pelayanan terhadap nasabah existing tetap dilakukan seperti biasa," kata Zulkifli Zaini.

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri menyayangkan keputusan bank sentral tersebut. "Kami akan kehilangan setidaknya 500 nasabah baru dalam sebulan itu," ujarnya pasrah.

Jahja Setiamadja, Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengaku sudah menghentikan penjaringan nasabah baru mulai hari ini. "Waktu sebulan cukup bagi bank melakukan evaluasi," jelas Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×