kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.837   -81,00   -0,48%
  • IDX 8.010   74,26   0,94%
  • KOMPAS100 1.128   11,66   1,04%
  • LQ45 819   3,20   0,39%
  • ISSI 283   5,42   1,95%
  • IDX30 426   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 512   -2,79   -0,54%
  • IDX80 126   1,18   0,94%
  • IDXV30 139   0,14   0,10%
  • IDXQ30 138   -0,60   -0,44%

BI intensif bahas perlunya bail in perbankan


Senin, 24 Januari 2011 / 10:36 WIB
BI intensif bahas perlunya bail in perbankan


Reporter: Bernadette Christina Munthe, Nina Dwiantika |

JAKARTA. Krisis perbankan sebaiknya tidak hanya dihadapi dengan bail-out. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menyatakan industri perbankan harus menyiapkan bail-in untuk menghadapi krisis.

Bail-in ini maksudnya adalah buffer untuk menyerap risiko dan guncangan yang muncul sebagai imbas krisis. Saat ini menurut Darmin pemikiran untuk menggeser paradigma bail-out menjadi paradigma bail-in sedang dibahas secara intensif.

"Bail-out itu mungkin perlu ketika krisis, namun pengalaman membuktikan, hal itu menimbulkan kekeruhan baru, baik dari sisi ekonomi, komplikasi politik dan masalah hukum," kata Darmin dalam pidatonya di acara pertemuan tahunan dengan para bankir Jumat (21/1) lalu.

Agar menyerap risiko dan menahan guncangan krisis, BI mendorong bank untuk menguatkan permodalan. Selain itu sebagai langkah pencegahan, pengawasan perbankan akan semakin diperketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×