kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BI mulai review beberapa aturan perbankan


Jumat, 08 April 2011 / 18:36 WIB
ILUSTRASI. Pembayaran menggunakan mesin EDC untuk transaksi kartu kredit konsumen di gerai ritel, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Jumlah kartu kredit beredar di Indonesia masih meningkat di tengah penyebaran virus corona. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah kart


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) saat ini sedang menggodok dan merevisi beberapa Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang terkait kegiatan bisnis perbankan. Langkah ini ditempuh bank sentral atas rekomendasi Komisi XI DPR atas dua kasus besar yang membelit bank raksasa asal Amerika ini. Keduanya adalah meninggalnya nasabah kartu kredit di tangan debt collector dan transaksi yang tidak wajar yang dilakukan oleh oknum Citibank Malinda Dee.

Sayang, Budi Rochadi, Deputi Gubernur BI, belum mau mengungkapkan secara terperinci atas revisi tersebut. “Kita belum bisa mengungkapkan konsepnya kepada publik,” ujarnya Jumat (8/7).

Sebelumnya, Komisi XI DPR mendesak BI untuk mencabut, merevisi, dan menyempurnakan PBI No 11/11/PBI/2009 dan SE No 11/10/DASP terutama mengenai tata cara pelaksanaan penagihan atas tunggakan yang diragukan dan macet kepada pihak ketiga. Selama revisi dan penyempurnaan dilakukan, maka perbankan harus melakukan penagihan langsung kepada nasabahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×