kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

BI Rate Turun, Kredit Konsumer Berpotensi Pulih Bertahap pada 2026


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:10 WIB
BI Rate Turun, Kredit Konsumer Berpotensi Pulih Bertahap pada 2026
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Tren penurunan suku bunga acuan mulai terasa. Simak proyeksi pemulihan kredit konsumer yang diprediksi bangkit perlahan tahun ini.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun 2026 berpotensi menjadi fase pemulihan bertahap bagi kredit konsumer, ini seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan membaiknya ekspektasi konsumsi masyarakat, meski pertumbuhannya dinilai masih akan berlangsung secara selektif dan hati-hati.

Penyaluran kredit konsumsi di akhir 2025 lalu juga sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Tercermin dari data Bank Indonesia (BI) per November 2025 penyaluran kredit konsumsi meningkat 7,2% mencapai Rp 2.335,4 triliun. Capaian tersebut terlihat naik dari 6,9% di bulan sebelumnya.

Selain itu, BI mencatat, suku bunga kredit Rupiah mengalami penurunan secara bulanan, didukung relatif stabilnya suku bunga kredit baru.

Pada November 2025, rata-rata tertimbang suku bunga kredit Rupiah turun sebesar 4 bps menjadi 8,96% dari 9% di Oktober 2025, sedangkan suku bunga kredit baru cenderung stabil, hanya meningkat terbatas sebesar 1 bps menjadi 9,34%.

Baca Juga: PPGI Nilai Bunga Gadai Belum akan Turun meski Suku Bunga BI Turun

Advisor Banking & Finance Development Center, Moch Amin Nurdin, menilai pelonggaran suku bunga yang terjadi secara gradual akan memberikan dorongan positif terhadap penyaluran kredit konsumer pada 2026, meskipun belum mendorong ekspansi agresif.

“2026 berpotensi menjadi tahun pemulihan bertahap kredit konsumer dengan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kredit total. Namun tetap diperlukan disiplin manajemen risiko dan pricing karena penurunannya masih pelan,” ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (14/1).

Ia menilai, KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) akan menjadi segmen yang paling prospektif, sementara kredit tanpa agunan (unsecured loan) masih perlu dikelola secara hati-hati, meski diproyeksikan membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mendorong pertumbuhan kredit konsumer, Amin menekankan pentingnya strategi selective pricing, desain produk yang fleksibel, fokus pada segmen payroll-captive, first time home buyer, serta segmen affluent dan mass affluent.

Optimalisasi digital untuk scoring, onboarding, dan pre-approved loan, serta penguatan ekosistem dan cross selling juga menjadi kunci.

Baca Juga: Bunga Kredit WOM Finance Tak Langsung Disesuaikan Meski Suku Bunga BI Turun

Optimisme serupa disampaikan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Consumer Lending Business Head Danamon, Enriko Sutarto, memperkirakan penyaluran kredit konsumer pada 2026 akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, didukung meningkatnya konsumsi kelas menengah dan kondisi makro yang lebih kondusif.

“Permintaan terhadap produk kartu kredit, KPR, dan pembiayaan konsumtif lainnya diprediksi terus tumbuh. Target pertumbuhan kredit konsumer di 2026 kami jaga di atas 10% secara tahunan, dengan tetap fokus pada kualitas portofolio,” jelas Enriko.

Danamon memproyeksikan KPR/mortgage akan menjadi mesin utama pertumbuhan kredit konsumer pada 2026, seiring tren penurunan suku bunga yang membuat pembiayaan perumahan semakin terjangkau. 

Adapun per 30 September 2025, kredit konsumsi Danamon tercatat tumbuh 12% secara year-on-year mencapai Rp 22,52 triliun.

Dari sisi strategi, Danamon akan memperkuat produk KPR, kartu kredit, dan Dana Instant, didukung digitalisasi layanan serta sinergi dengan MUFG, Adira Finance, dan mitra strategis lainnya untuk membangun ekosistem finansial yang lebih holistik.

Sementara itu, PT Bank Permata Tbk juga tetap optimistis terhadap prospek kredit konsumer di 2026.

Baca Juga: Perbankan Optimistis Nataru Akan Dongkrak Penyaluran Kredit Konsumer pada Akhir 2025

Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto, menilai permintaan pembiayaan konsumer akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih menghadapi tantangan daya beli.

“Untuk kredit konsumer kami memproyeksikan pertumbuhan sekitar 10%, meskipun realisasinya bisa berbeda di tiap segmen,” ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×