kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BI Resmi Meliris Dua Uang Pecahan Rupiah Baru


Selasa, 20 Juli 2010 / 15:43 WIB
BI Resmi Meliris Dua Uang Pecahan Rupiah Baru


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Bank Indonesia resmi merilis uang logam rupiah pecahan 1.000 tahun emisi 2010 dan uang kertas rupiah pecahan 10.000 desain baru. Dalam sambutannya, Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, salah satu latar belakang bank sentral mengeluarkan uang pecahan baru di medio Juli ini adalah berkaitan dengan kian dekatnya kedatangan Ramadhan dan Idul Fitri.

"Penerbitan uang logam Rp 1.000 adalah untuk penuhi kebutuhan masyarakat akan uang kecil dan melengkapi uang pecahan yang sudah ada, apalagi dalam waktu dekat ada hari istimewa di mana kenaikan transaksi ekonomi akan terjadi. Jadi, peluncuran ini memenuhi nilai strategis," ujarnya di Kantor BI Bandung, Selasa (20/7).

Saat ini, stok baru uang logam Rp 1.000 dan Rp 10.000 desain baru sudah dikirim ke kantor-kantor BI di berbagai kota. "Siap untuk diedarkan sehingga bisa tepat waktu dalam satu dua bulan ke depan," jelas Darmin.

Ia melanjutkan, putusan BI mengeluarkan uang logam juga dimaksudkan untuk menaikkan penggunaan uang logam yang memang dari sisi kualitas lebih tahan lama dibanding uang kertas. "Jika lebih tahan lama, tentu bisa menyumbang efisiensi juga dalam pengadaan uang," imbuh Darmin.

Sedangkan redesain uang kertas Rp 10.000 selain agar lebih aman juga agar masyarakat tak lagi terkecoh dengan uang kertas Rp 100.000. "Selama ini kan dipersepsikan mirip, jadi sekarang bisa dibedakan," katanya.

Uang Rp 10.000 desain lama tetap bisa dipergunakan, namun lama kelamaan stoknya habis karena BI tidak akan mencetaknya lagi.

Saat ini, uang pecahan bernominal kecil yakni Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000 yang beredar di masyarakat mencapai 50% dari seluruh lembaran uang rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×