kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI: Tabungan dan deposito masih jadi pilihan


Senin, 11 September 2017 / 22:53 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat dalam survei konsumen terbaru, tabungan dan deposito masih menjadi instrumen utama dalam menyimpan kelebihan pendapatan.

Data ini didapat dari sebanyak 52,3% responden survei yang menyatakan tabungan dan deposito menjadi pilihan utama rumah tangga untuk menyimpan kelebihan pendapatan dalam setahun tahun kedepan.

Sisanya, responden mengatakan properti menjadi salah satu instrumen investasi dalam menyimpan kelebihan pendapatan.

Randianto, Direktur Konsumer BRI optimis dana pihak ketiga masih bisa tumbuh sebesar 10% secara tahunan atau year on year (yoy).

"Strategi yang kami siapkan adalah bundling product, point reward dan kemudahan bertransaksi," kata Randianto kepada KONTAN, Senin (11/9).

Lani Darmawan, Direktur Ritel Bank CIMB Niaga bilang saat ini bank fokus untuk meningkatkan dana murah.

"Diharapkan rasio dana murah sampai akhir tahun bisa meningkat menjadi lebih dari 54%." kata Lani kepada KONTAN, Senin (11/9).

Mayoritas dana murah ini disumbang dari ritel tabungan dan giro perusahaan. Dengan dana murah yang cukup, CIMB ingin mendapatkan biaya dana yang lebih rendah.

Strategi pendanaan ini juga sejalan dengan rencana pertumbuhan kredit bank berkode BNGA ini.

Tak mau kalah, Handayani Direktur Konsumer BTN juga menargetkan sampai akhir tahun porsi dana murah bisa menyumbang 51% terhadap total DPK bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×