kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Biaya dana naik, margin multifinance diramal oke


Kamis, 04 Januari 2018 / 16:47 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya pendanaan di industri pembiayaan dinilai bisa kembali meningkat tahun ini. Meski begitu, margin bunga bersih dari pemain multifinance diyakini masih bakal terjaga.

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno potensi kenaikan suku bunga pinjaman memang terbuka di 2018 ini. Di antaranya dari langkah bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan akan menaikan suku bunga acuan beberapa kali di tahun ini.

Hal ini memang bisa saja berdampak pada suku bunga yang ada di Indonesia. Namun Suwani menilai dampaknya tidak signifikan karena kondisi ekonomi di dalam negeri pun dalam kondisi yang cukup baik.

Karenanya, ia optimis pelaku usaha akan cukup bisa menjaga net interest margin (NIM) di 2018 ini. "Rata-rata industri itu antara 5% sampai 7% dan tahun 2018 sepertinya kurang lebih akan sama," kata dia beberapa waktu lalu.

Sementara itu dari sisi sumber pendanaan sendiri ia menyebut sekitar 70% kebutuhan dari perusahaan pembiayaan masih berasal dari perbankan dalam negeri. Sementara sisanya berasal dari sumber-sumber lain seperti surat utang maupun pinjaman asing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×