kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,87   6,53   0.70%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bisnis BNI Life penuh tekanan akibat pandemi virus corona (Covid-19)


Senin, 22 Juni 2020 / 16:07 WIB
Bisnis BNI Life penuh tekanan akibat pandemi virus corona (Covid-19)
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah BNI Life Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/10/2019.


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa mengalami penurunan. Tercatat, per Maret 2020 premi asuransi jiwa minus 13,8%. Untuk diketahui, selain disebabkan oleh pandemi, penurunan tersebut juga disebabkan oleh anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun tekanan dari pasar modal.

Melihat hal itu, Direktur Utama BNI Life Shadiq Akasya menyebutkan, kondisi tersebut membuat pihaknya menetapkan strategi agar bisnis dapat bertahan. Terlebih, sejak diberlakukannya Work From Home (WFH) juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat bisnis perusahaan ikut tertekan.

Baca Juga: Unitlink turun, perusahaan asuransi maksimalkan penjualan asuransi tradisional

Pasalnya, agen perusahaan sulit menemui calon nasabah. Ia menyebutkan, sebelum adanya pandemi penjualan produk dilakukan secara tatap muka, oleh karenanya sejak pandemi corona hal itu menjadi kendala bagi perusahaan.

“Pandemi masuk ke Indonesia sejak awal Maret, sehingga BNI Life belum melihat dampak yang signifikan terhadap bisnis. Namun sejak April hingga Mei, penurunan premi kian terasa karena penurunan itu mencapai 25% ytd. Sehingga, kondisi ini berdampak pada perolehan bisnis secara tahunan,” kata Shadiq dalam diskusi virtual (22/6).

Lanjut ia, adapun tantangan lain yang dihadapi perusahaan ialah pihaknya tengah menyesuaikan produk untuk dipasarkan. Shadiq bilang, sejak pandemi tak sedikit penghasilan masyarakat ikut terpotong.

Baca Juga: Perusahaan asuransi jiwa sambut positif penjualan unitlink secara digital

Shadiq mengatakan, hal itu akan mempengaruhi daya beli produk asuransi, sehingga perusahaan sedang gencar mengemas produk yang diperlukan oleh masyarakat.

“Sejak pandemi beberapa perusahaan mengurangi pegawai, memotong pendapatan karyawan. Hal ini tentu membuat daya beli ikut menurun. Sehingga, ini menjadi tantangan bagi kami agar menyesuaikan produk yang diperlukan oleh masyarakat. Misal menjual produk dengan harga murah dan sederhana untuk proteksi diri,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×