kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Bisnis Gadai Kembali Normal Usai Lebaran


Kamis, 09 April 2026 / 15:09 WIB
Bisnis Gadai Kembali Normal Usai Lebaran
ILUSTRASI. Ilustrasi Gadai swasta (KONTAN/Muradi)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Gadai Oke melihat tren bisnis gadai cenderung kembali normal setelah momentum Lebaran 2026, seiring meredanya lonjakan kebutuhan konsumtif masyarakat.

Direktur Indonesia Gadai Oke, Danioko Sastra Sembiring mengatakan aktivitas gadai biasanya meningkat signifikan menjelang Lebaran, namun mulai stabil setelah periode hari raya berakhir.

“Pasca Lebaran, tren bisnis gadai mengalami normalisasi setelah kenaikan sebelum hari raya,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).

Danioko bilang, peningkatan sebelum Lebaran didorong oleh kebutuhan konsumsi masyarakat, mulai dari belanja kebutuhan pokok, biaya mudik, hingga pengeluaran sosial. Sementara setelah Lebaran, permintaan gadai kembali menyesuaikan dengan kondisi daya beli masyarakat.

Baca Juga: Bisnis Gadai Pegadaian Tumbuh Pasca Lebaran, Pinjaman Capai Rp 1,4 Triliun per Hari

Tren bisnis gadai pasca Lebaran turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kondisi ekonomi makro serta likuiditas rumah tangga.

Meski kembali normal, transaksi gadai tetap mencatatkan pertumbuhan. Indonesia Gadai Oke mencatat penerimaan gadai meningkat sekitar 1,7% jika dibandingkan antara 14 hari sebelum dan 14 hari setelah Lebaran.

Ke depan, Indonesia Gadai Oke memandang produk gadai masih akan tetap menjadi andalan di industri jasa keuangan non-bank. Hal ini didukung oleh proses yang cepat dan sederhana serta berbasis agunan sehingga risiko relatif terjaga.

"Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk gadai juga dinilai sudah cukup tinggi," kata Danioko.

Untuk menjaga kinerja, Indonesia Gadai Oke menyiapkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat manajemen risiko melalui penyesuaian nilai taksiran agunan secara lebih konservatif serta melakukan diversifikasi jenis agunan.

Indonesia Gadai Oke juga terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pengembangan gadai online dan integrasi dengan ekosistem pembayaran digital, guna menjangkau lebih banyak nasabah.

Baca Juga: Budi Gadai Sebut Transaksi Gadai Emas Tunjukkan Hasil Positif Usai Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×