Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai ValueMax Indonesia menyampaikan transaksi gadai emas menunjukkan tren kenaikan usai momentum Lebaran.
Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan setelah Lebaran tahun ini, permintaan gadai emas cenderung naik karena kebutuhan likuiditas setelah pengeluaran besar selama masa liburan Lebaran.
"Terpantau transaksi meningkat secara stabil sejak cabang mulai kembali buka hari Rabu (24/3) minggu lalu," ucapnya kepada Kontan, Selasa (31/3.2026).
Baca Juga: Transaksi Digital KB Bank Tembus 260 Juta di 2025, Fee Income Kian Terdongkrak
Brian mengungkapkan saat ini trennya masih lebih banyak masyarakat yang melakukan gadai, dibanding yang menebus barang gadai. Dia bilang hal itu mencerminkan fenomena adanya kebutuhan pendanaan jangka pendek yang masih tinggi.
Jika dibandingkan periode sama usai Lebaran tahun lalu, pergerakan transaksi gadai emas meningkat secara moderat, dengan tambahnya kepercayaan masyarakat seiring dengan konsistensi pelayanan perusahaan atas kebutuhan pendanaan nasabah di cabang-cabang.
Dari sisi kinerja, Brian mengungkapkan Gadai ValueMax Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan omzet. Dia bilang omzet perusahaan naik 250% secara Year on Year (YoY) hingga akhir Maret 2026, termasuk momentum usai Lebaran.
Sementara itu, Brian memproyeksikan bisnis gadai, termasuk emas, tetap punya prospek yang sangat baik ke depannya. Secara fundamental, dia bilang emas masih menjadi instrumen safe haven yang dipercaya masyarakat Indonesia, baik sebagai aset lindung nilai maupun sumber likuiditas cepat.
"Jadi, selama ada kebutuhan dana jangka pendek, gadai emas akan tetap relevan," kata Brian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












