kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Bisnis Payroll, Strategi Jitu Bank Pangkas Biaya Dana!


Rabu, 22 April 2026 / 18:16 WIB
Bisnis Payroll, Strategi Jitu Bank Pangkas Biaya Dana!
ILUSTRASI. Bisnis payroll bank jadi andalan utama perbankan


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis layanan payroll masih menjadi salah satu andalan bank untuk menggenjot dana murah (CASA) guna mengurangi Cost of Fund (CoF). 

Bisnis payroll merupakan layanan kerja sama yang diberikan bank dengan suatu perusahaan untuk mengelola gaji karyawan dari perusahaan tersebut. Bisnis ini menjadi salah satu cara bank untuk menghimpun dana dalam produk tabungan dan giro.

Sejumlah bank menyebut bisnis payroll tercatat tumbuh positif pada kuartal-1 2026. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Heryn mengatakan, jumlah perusahaan yang menggunakan layanan Payroll BCA pada kuartal I-2026 bertambah sampai 10% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Honest Gabungkan QRIS dan Kartu Kredit, Bangun Riwayat Kredit dan Perluas Akses UMKM

Hera bilang, bisnis payroll masih menjadi penopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) banknya, terutama dalam penghimpunan dana murah.

"Tahun ini, BCA menargetkan perusahaan yang menggunakan layanan payroll BCA dapat terus berada di tren positif," kata Hera kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Rully Setiawan bilang, bisnis payroll banknya terjaga positif.

Rully menjelaskan, bisnis payroll masih menjadi sumber dana murah yang stabil di tengah gejolak ekonomi.

Saat ini, bisnis payroll BTN difokuskan pada beberapa sektor, antara lain kesehatan, properti, pendidikan, instansi pemerintah, serta sektor horeca (hotel, restaurant, dan cafe). Ia menyebut banyak kerja sama payroll dalam sektor itu yang berasal dari nasabah korporasi BTN.

"Pemilihan sektor ini didasarkan pada potensi dan kebutuhan yang relatif stabil, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis," kata Rully saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Risiko Iklim Meningkat, Industri Asuransi Mengembangkan Skema Parametrik

Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga masih menumpukan pendapatan dana murahnya pada bisnis payroll. Adapun setiap BPD memang diprioritaskan untuk melayani bisnis payroll dari ASN di daerahnya masing-masing.

Salah satu BPD yang mencatatkan pertumbuhan positif dalam bisnis payrollnya adalah BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto mengatakan, bisnis payroll banknya tumbuh sebesar 6% secara tahunan per Maret 2026.

Agus menyebut, BPD DIY saat ini mengelola layanan payroll untuk 6.032 nasabah ASN per Maret 2026. Nominal penyaluran payroll dari nasabah ASN ini sebesar Rp 27,3 miliar.

Selain itu, Agus menyebut, BPD DIY turut mengelola payroll untuk perusahaan swasta dan pensiunan karyawan.

Baca Juga: WOM Finance Catat Pembiayaan Investasi Rp 130 Miliar pada Kuartal I-2026

Per Maret 2026, BPD DIY mengelola gaji swasta sebanyak 11.976 nasabah, dengan nominal penyaluran sebesar Rp 37,4 miliar. Sedangkan, untuk gaji pensiunan ada sebanyak 46.092 nasabah dengan nominal penyaluran sebesar Rp 160,6 miliar.

"DPK dari payroll, khususnya Tabungan cukup berkontribusi menopang DPK. Per Maret 2026 komposisi Tabungan mencapai 60,5% terhadap total DPK Bank BPD DIY yaitu sebesar Rp 13,7 triliun," kata Agus saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×