kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bisnis penjaminan emisi terseret covid-19


Rabu, 06 Mei 2020 / 23:11 WIB
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta, Selasa (24/3). 


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun, PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) menggiring satu perusahaan untuk melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO).

Pasar yang tengah tertekan pandemi COVID-19 memperberat bisnis  penjaminan emisi (underwriting) IndoPremier. Asal tahu saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terseret 26,84 % sejak awal tahun mempersulit calon emiten untuk melantai di bursa.

"Dalam kondisi sekarang, kurang relevan bicara IPO saat ini," jelas Head of Investment Banking Rayendra L. Tobing  kepada Kontan.co.id, Rabu (6/5).

Baca Juga: Ini strategi Indo Premier menggaet investor

Lebih lanjut ia menjelaskan, IPO tergantung pada kondisi ekonomi dan pasar. Ketika pasar tengah tertekan, calon emiten akan kesulitan karena harus menjual sahamnya dengan harga yang murah. 

Adapun menurutnya, untuk saat ini pasar obligasi masih lebih baik walaupun permintaan dan penawaran belum seperti keadaan normal.

" Untuk obligasi masih jalan terus, tetapi perlu ada adjustment dengan size dan pricing tentunya," imbuh Rayendra.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pasar obligasi masih mampu berjalan saat ini karena investor memiliki obligasi yang sudah jatuh tempo atau dana idle. Sementara itu, emiten juga masih memerlukan dana. Dengan suku bunga yang rendah, obligasi bisa menjadi alternatif untuk investasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×