kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

BNI Andalkan Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Universal Banking


Selasa, 07 Juli 2026 / 15:37 WIB
BNI Andalkan Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Universal Banking
ILUSTRASI. BNI menegaskan strategi pengembangan bisnis di era universal banking akan lebih mengedepankan kolaborasi ?(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan strategi pengembangan bisnis di era universal banking akan lebih mengedepankan kolaborasi dibanding membangun seluruh layanan secara mandiri.

Perseroan menilai kemitraan dengan pelaku industri yang memiliki keahlian khusus akan menghasilkan solusi yang lebih baik bagi nasabah.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, meski BNI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia, skala usaha yang besar tidak berarti seluruh layanan harus dikembangkan sendiri.

Baca Juga: Tumbuh Tipis, Pembiayaan Modal Ventura per Mei 2026 Capai Rp 16,36 Triliun

Menurutnya, setiap perusahaan memiliki keunggulan dan pangsa pasar masing-masing sehingga kolaborasi menjadi pilihan yang lebih efektif.

"BNI memang memiliki skala yang besar, tetapi bukan berarti kami harus melakukan semuanya sendiri. Untuk layanan yang sifatnya sangat spesialis, kami justru akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut," ujar Paolo di acara Indonesia Digital Bank Summit 2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, fokus utama BNI adalah memastikan kebutuhan nasabah dapat terpenuhi melalui solusi terbaik, terlepas dari apakah layanan tersebut dikembangkan sendiri maupun bersama mitra.

"Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana memberikan offering terbaik kepada nasabah. Pendekatannya bukan siapa yang mengembangkan layanan, tetapi bagaimana kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan solusi yang paling tepat," katanya.

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 1,71% Menjadi Rp 513,19 Triliun per Mei 2026

Menurut Paolo, BNI akan tetap memperkuat kapabilitas pada infrastruktur maupun kompetensi inti yang dimiliki. Namun, untuk layanan yang membutuhkan spesialisasi tertentu, perseroan akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra di industri jasa keuangan maupun teknologi.

Ia menilai, pendekatan tersebut akan mempercepat inovasi sekaligus memperluas pilihan layanan bagi nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×